Wisata Kuliner yang Wajib Dicoba di Sulawesi

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia seakan tidak pernah kehabisan berbagai hal utuk dieksplorasi. Salah satu kepulauan yang berpotensi sangat besar dalam hal pariwisata tidak lain adalah Pulau Sulawesi. Wisata Sulawesi menawarkan berbagai macam tempat pariwisata mulai dari pegunungan,perbukitan,pantai,dan lain-lain. Tetapi kali ini kita akan fokus membahas mengenai wisata kuliner di Sulawesi.

Bagi anda yang ingin berencana untuk liburan ke pulau Sulawesi, Berikut wisata kuliner di Pulau Sulawesi yang wajib kalian kunjungi!!

Coto Makassar

Coto Makassar, Nama makanan ini pasti tidak terdengar terlalu asing di telinga para pembaca sekalian,Coto Makassar seperti namanya adalah makanan tradisional yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan. Makanan ini dibuat dari jeroan sapi dan daging sapi yang direbus lama hingga lembut. Rebusan jeroan dan daging sapi ini kemudian dipotong potong lalu diracik dengan resep khusus.

Coto ini kemudian dihidangkan dalam mangkuk dan biasanya tidak lengkap rasanya jika tidak disantap ditemani ketupat. Salah satu warung makan yang menyajikan Coto Makassar terbaik ialah Coto Paraikatte yang berlokasi di Jalan A. P. Pettarani No. 125 Makassar/ dekat SPBU Pettarani yang buka dari jam 8 pagi sampai 10 malam waktu Indonesia tengah.

Harga makanan yang disajikan juga sangat aman buat dompet dengan harga kisaran 10.000 untuk tiap menu, dijamin engga bakal rugi!

Pallu Kaloa

Hidangan Pallu Kaloa ini adalah makanan yang berupa sup ikan yang diracik dengan rempah bernama kaloa. Jika diartikan pallu artinya masakan, sedangkan kaloa adalah keluwak. Oleh karena itu, sekilas hidangan pallu kaloa ini tampak seperti rawon yang berasal dari jawa karena sama sama menggunakan keluwak.

Pallu kaloa  menggunakan bahan utama ikan sehingga terkadang wisatawan menyebutnya dengan rawon ikan. Akan tetapi kita tidak bisa menyamakan kedua hidangan tersebut karena pallu kaloa juga punya keunikannya tersendiri, yaitu menggunakan kelapa gongseng.

Kelapa gongseng adalah kelapa parut yang disangrai, kemudian di pukul hingga keluar minyaknya. Salah satu warung makanan yang cukup terkenal menghidangkan hidangan yang satu ini  adalah warung H. Wasid.

Warung yang satu ini terletak di Jalan Tentara Pelajar No. 104, Melayu, Wajo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90173 dan mulai buka dari jam setengah 9 pagi sampai 11 malam waktu Indonesia tengah. Warung ini sudah ada sejak tahun 1970-an dan pastinya gaperlu dipertanyakan lagi deh kenikmatannya.

Pisang epe

Ga lengkap rasanya membahas wisata kuliner di sulawesi tanpa bicara soal pisang epe. Pisang epe adalah jajanan unik yang sering dijumpai di daerah Makassar, Sulawesi Selatan.

Makanan khas Makassar berupa pisang ini sangat cocok untuk menemani diri ketika sedang dipantai ataupun hanya bersantai di sore hari. Kata “epe” diambil dari bahasa Makassar yang memiliki arti “jepit”. Jadi, secara simpelnya pisang epe ini adalah pisang bakar yang dijepit sehingga terlihat gepeng.

Cara memasak pisang epe ini juga cukup unik karena pisang dipress terlebih dahulu sampai gepeng dengan alat yang bernama pangepena dan kemudian pisang yang telah dipress tersebut dipanggang diatas bara api. Pisang epe yang sudah gepeng dan dibakar tersebut biasanya dihidangkan dengan semacam saus sebagai topingnya agar lebih nikmat.

Pada umumnya saus ini terbuat dari gula merah yang dicairkan tapi seiring waktu jenis saus yang dipakai untuk menyiram pisang epe ini semakin bervariasi mengikuti perkembangan jaman. Penjual pisang epe yang terkenal di Makassar ialah Pisang Epe Tamala’jua.  Warung ini terletak di Jl. Ali Malaka, Maloku, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Pisang epe Tamala’jua uka dari jam 5 sore sampai jam 4 pagi waktu Indonesia timur, dan hanya dengan Rp 10.000 anda sudah bisa menikmati pisang epe yang mantap ini.

Mi Hengki

Mi Henki merupakan sajian mie kering khas kota Makassar yang juga merupakan kuliner khas kota Makassar. Mie Hengki Makassar ini merupakan semacam olahan mie China yang tidak kalah dengan olahan olahan mie biasanya.

Mie Henki Makassar ini disajikan dengan berbagai macam olahan, mulai dari potongan daging ayam, cumi-cumi, hati, bahkan jamur. Mi kering ini dicetuskan oleh Angko Cao dan sudah melegenda dari tahun 1980-an loh, dengan cita rasa yang enggak pernah berubah sejak awal dibuka. Warung Mi Henki ini masih berlokasi sama sejak pertama kali dibuka, yaitu di Jalan Nusantara No.358, Butung, Wajo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Warung ini bisa dibilang buka ketika matahari mulai terbenam, jadi pastikan ketika anda berniat untuk berkunjung anda datang sekitaran jam 6 sore sampai 1 pagi waktu Indonesia timur. Dengan kisaran harga Rp 30.000 anda sudah bisa menikmati wisata kuliner sulawesi yang satu ini.