Umroh untuk Orang Yang Sudah Meninggal
, ,

Badal Umroh untuk Orang Yang Sudah Meninggal dan Orang Sakit

Bagaimana cara badal umroh untuk orang yang sudah meninggal? Sebenarnya istilah badal sendiri berkaitan dengan ibadah umroh yang bisa dilakukan apabila jamaah tidak bisa ikut turut serta melaksanakannya. 

Tentu saja, ini menjadi niat ibadah yang sangat mulia karena seluruh umat Islam pastinya berharap agar bisa pergi ke Tanah Suci untuk memenuhi panggilan-Nya. Akan tetapi, ada syarat yang harus dipahami apabila Anda ingin melakukan badal. Simak penjelasannya di dalam artikel ini supaya bisa mendapatkan informasi yang lengkap. 

Penjelasan Badal Umroh

Apabila orang tua, saudara, atau kakak dan adik belum beruntung seperti Anda yang bisa menjalankan umroh di kondisi sehat walafiat, Anda lah yang bisa melakukan ibadah suci ini untuk mereka. Kegiatan ini lah yang dinamakan sebagai “badal umroh”. 

Akan tetapi, badal umroh ini tidak hanya bisa dilakukan untuk orang yang sudah meninggal saja, tetapi juga untuk orang yang berada di kondisi tidak sehat dan bugar seperti tua renta atau sakit-sakitan yang sudah tidak memungkinkan untuk pergi ke kota Mekkah. 

Badal haji dan badal umroh memiliki syarat yang sama. Akan tetapi, untuk tahapannya tentu saja berbeda. Namun pada artikel ini, kami akan lebih fokus membahas badal umroh terlebih dahulu. 

Syarat dan Ketentuan Badal Umroh untuk Orang Yang Sudah Meninggal dan Orang Sakit

Apabila Anda memiliki niat untuk melakukan badal umroh untuk orang yang sudah meninggal, perhatikan dulu apa saja syarat dan ketentuan yang harus dipahami. Pasalnya, ini penting dipahami untuk semua umat Islam yang memiliki niat mulia, mengumrohkan sanak keluarga yang sudah tidak bisa menjalankannya. Baiklah, perhatikan penjelasan di bawah ini. 

1. Hanya Sah Jika Menggantikan Ibadah Umroh untuk Orang Yang Secara Fisik Tidak Mampu

Salah satu syarat yang harus Anda pahami paling utama adalah, hanya boleh menggantikan ibadah umroh untuk orang yang memang secara fisik sudah tidak mampu. 

Menurut Ibnul Mundzir (ulama terdahulu) menerangkan bahwa para ulama sepakat bahwa siapa saja yang punya kewajiban menunaikan ibadah umroh dan ia mampun untuk berangkat ke Tanah Suci, maka tidak sah apabila yang lain menggantikannya. 

2. Badal Umroh Dibolehkan untuk Orang Sakit dan Orang Meninggal

Kemudian, badal umroh hanya bisa dilakukan untuk orang-orang dalam keadaan sakit secara fisik, namun yang memang tidak bisa diharapkan kesembuhannya. Selain itu, orang yang sudah meninggal juga boleh digantikan ibadah umrohnya. 

Jadi untuk Anda yang memiliki niat mulia ini, bisa saja melangsungkan ibadah umroh sekaligus untuk orang yang sudah tidak bisa melangsungkannya ke Tanah Suci. 

3. Badal Umroh Bukan untuk Orang Yang Tidak Mampu Secara Harta

Ketentuan berikutnya yang harus dipahami adalah, ibadah badal umroh atau haji ini tidak boleh menggantikan ibadah orang lain yang memang secara harta tidak mampu. Karena berdasarkan penjelasan rukun Islam yang kelima bahwa seluruh umat Islam yang mampu wajib menjalankan ibadah haji ke Baitullah. 

Maka dari itu, tidak sah hukumnya jika membadalkan umroh atau haji untuk orang yang secara finansial tidak mampu. Percayalah, Allah SWT akan memberikan kemudahan rezeki untuk orang-orang yang memiliki niat mulia datang ke kota suci, Mekkah. 

4. Orang Yang Ingin Badal Harus Sudah Pernah Melaksanakan Umroh Terlebih Dahulu

Jika Anda berniat inin membadalkan umroh anggota keluarga lainnya, Anda lah yang harus melakukan umroh terlebih dahulu. Karena jika sebelumnya tidak pernah melaksanakan ibadah tersebut, maka umroh yang akan dilaksanakan hanya jatuh kepada diri Anda sendiri. 

5. Pria Boleh Membadalkan Umroh Wanita dan Wanita Boleh Membadalkan Umroh Pria

Bagi Anda yang ingin melakukan badal umroh untuk orang yang sudah meninggal, sesuai ketentuan hukum boleh dilakukan untuk jenis kelamin yang berbeda. Bagi anak peremuan yang ingin membadalkan umroh untuk ayahnya yang sudah meninggal, maka hukumnya sah. Begitu juga untuk anak laki-laki yang ingin membadalkan umroh untuk ibunya. 

6. Jangan Sampai Melebihi Syariat

Sekarang memang ada banyak jasa biro umroh yang menyediakan fasilitas badal umroh untuk jamaah lainnya. Akan tetapi, jangan sampai kemakan penjelasan yang diberikan jika boleh membadalkan umroh lebih dari dua orang. Pasalnya, hal tersebut sudah keluar dari ajaran syariat. Pelajari terlebih dahulu bagaimana cara badal umroh Ramadhan yang benar. 

Itulah beberapa ketentuan yang wajib Anda pahami jika ingin badal umroh untuk orang yang sudah meninggal atau orang sakit. Pastikan semuanya dipahami agar ibadah di Tanah Suci yang akan berlangsung menjadi sah dan sesuai dengan syariat.

Baca Juga: Contoh Corporate Branding Dan Cara Menjalankannya

Comments (

0

)