Penerimaan Pajak Hingga Rp 877 Miliar Dari Bisnis Judi Online Ilegal

Penerimaan Pajak Hingga Rp 877 Miliar Dari Bisnis Judi Online Ilegal

Menjamurnya perjudian online ilegal dan kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan industri perjudian dalam negeri telah mengakibatkan kerugian pajak hingga jutaan euro.

Fintan Costello, Managing Director BonusFinder.com, salah satu operator judi online, mengatakan regulasi ketat pada perjudian online telah menyebabkan terjadinya perjudian online. 

Akibatnya, pendapatan pajak yang hilang diperkirakan mencapai € 46 juta dan akan menjadi sekitar $ 877 miliar pada tahun 2020.

situs qq online

Menurut Costello, penerimaan pajak yang hilang itu sangat menyedihkan. Dana tersebut tentu saja dapat digunakan pemerintah untuk mengatasi pandemi Covid-19, seperti gaji 1.000 perawat dan 1.400 petugas polisi.

Selain itu, dana yang hilang juga bisa membayar gaji 599 politisi di parlemen Swedia. Aturan yang berlebihan tidak akan berhasil, akibatnya penjudi akan lebih berisiko, katanya, Jumat (18/12/2020).

Costello yakin keputusan untuk membatasi jumlah pembelanjaan pemain judi di situs online pada Mei 2020 berdampak negatif. 

Selain itu, pemerintah telah memberlakukan aturan yang lebih ketat tentang bonus bagi pemain baru.

Alhasil, banyak pemain online Swedia yang beralih ke perjudian ilegal yang tidak mengakui pembatasan yang diberlakukan oleh pemerintah. 

Ia mengatakan, pemerintah dan operator tempat perjudian di Swedia akan menderita jika tidak ada perubahan regulasi.

Oleh karena itu, Costello berharap aturan situs judi online semakin dilonggarkan untuk mencegah operator situs kehilangan pangsa pasarnya dan tidak mampu bersaing dengan situs yang tidak berlisensi. Pada gilirannya, pendapatan masyarakat bisa terganggu.

Dalam waktu yang singkat, kami telah berikan kebijakan dan mengakibatkan hilangnya pendapatan dari pajak puluhan juta euro. Kami sedang membuat proposal untuk mengekang kebijakan berbahaya di sektor ini.”


Sumber: ddtc.co.id