Kenali Definisi, Fungsi, Karakteristik, dan Konsep Manajemen Pemasaran

Kenali Definisi, Fungsi, Karakteristik, dan Konsep Manajemen Pemasaran

Salah satu jenis manajemen adalah Manajemen Pemasaran. Apa itu manajemen pemasaran?  Berdasarkan jurnal manajemen, manajemen pemasaran diartikan sebagai area fungsional yang sangat penting dan menjadi bagian dari tanggung jawab manajer bisnis. Dimana bidang manajemen ini bertanggung jawab terhadap aliran jasa atau barang dari produsen kepada para konsumen. Selain itu, manajemen pemasaran juga memiliki tanggung jawab terhadap perencanaan, pengarahan, pengorganisasian, koordinasi, mengendalikan, serta memotivasi kegiatan pemasaran. Lalu, apa tujuan manajemen pemasaran?

Berbagai Tujuan Manajemen Pemasaran

1. Memberikan Kepuasan pada Pelanggan

Seorang manajer pemasaran harus mau mempelajari bagaimana permintaan pelanggan sebelum nantinya menawarkan jasa atau barang kepada para pelanggan. Nah, hal yang perlu dipelajari adalah  menjual jasa atau barang tidak sepenting dengan yang didapatkan para pelanggan.

Menciptakan banyak pelanggan baru belum cukup. Sebuah bisnis harus mampu mengembangkan serta mendistribusikan layanan dan produk untuk memenuhi ekspektasi pelanggan serta memberikan kepuasan kepada para pelanggan. Apabila pelanggan sampai merasa tidak puas, maka bisnis tidak mungkin bisa mendapatkan penghasilan yang cukup untuk memenuhi biaya produksi serta pengembalian modal.

Saat pelanggan merasa puas, maka mereka bukan hanya akan membeli produknya saja untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Para pelanggan pun akan ikut merekomendasikan kepada orang-orang terdekat. Hal inilah yang akan membuat produk semakin dikenal oleh lebih banyak orang.

2. Menciptakan Demand atau Permintaan

Tujuan lain dari jurnal manajemen pemasaran yaitu untuk menciptakan lebih banyak permintaan dengan melakukan berbagai macam cara. Orang-orang yang menjadi bagian manajemen pemasaran harus bisa membuat aneka macam cara untuk menilai preferensi serta selera para konsumen terhadap suatu barang atau jasa. Dengan begitu, maka perusahaan bisa memproduksi jasa atau produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

3. Meningkatkan Keuntungan

Perlu diketahui bahwa departemen pemasaran merupakan satu-satunya bidang atau departemen yang berpengaruh besar terhadap penghasilan atau pendapatan sebuah bisnis. Jika ingin mendapatkan keuntungan yang banyak, maka hasil penjualan produk haruslah memuaskan. Sebaliknya, apabila perusahaan tidak bisa menghasilkan laba, tentunya maka tidak akan bisa untuk bertahan. Laba atau keuntungan juga dibutuhkan untuk pertumbuhan serta diversifikasi perusahaan.

4. Menciptakan Banyak Pelanggan Baru

Sebuah bisnis tentu didirikan untuk menjual layanan atau produk kepada para pelanggan. Maka dari itu, pelanggan merupakan dasar yang sangat penting bagi sebuah bisnis. Pelanggan inilah yang nantinya akan memberikan pendapatan pada bisnis perusahaan.

Selain itu, pelanggan juga yang akan menentukan jenis jasa atau produk yang dijual oleh perusahaan. Jika perusahaan ingin berkembang dan senantiasa bertahan dalam bisnisnya, maka menciptakan banyak pelanggan baru merupakan hal yang sangat krusial.

5. Menciptakan Citra Produk di Mata Publik

Tujuan manajemen pemasaran dalam sebuah perusahaan juga untuk membangun citra produk di mata publik atau pelanggan. Saat departemen pemasaran mampu menciptakan atau menyediakan produk yang berkualitas kepada para pelanggan dengan besaran harga yang terjangkau atau wajar, pastinya akan menciptakan citra yang baik di mata pelanggan.

Kenali Karakteristik Manajemen Pemasaran

1. Riset Pasar

Salah satu karakteristik jurnal manajemen pemasaran yang paling utama adalah rutin melakukan riset pasar. Pemahaman dan pengetahuan mengenai keinginan dan kebutuhan pelanggan itu memang sangat penting dan krusial. Maka dari itu, manajemen pemasaran memiliki program riset pasar yang sangat teratur serta sistematis agar mampu mengikuti perkembangan terbaru dari pasar. Bukan hanya itu, kreativitas dan inovasi juga sangat diperlukan guna mengembangkan jasa atau produk agar bisa sesuai ekspetasi pelanggan.

2. Orientasi Pelanggan

Tentu saja, semua kegiatan bisnis yang dilakukan harus diarahkan pada penciptaan kepuasan pelanggan. Menekankan kegiatan perusahaan pada keinginan dan kebutuhan konsumen menjadikan bisnis berada di jalur yang benar. Oleh karena itu, seluruh keputusan pemasaran yang dilakukan harus dibuat sesuai dengan dampaknya pada antusias pelanggan. Konsumen inilah yang menjadi sasaran inti dalam sebuah bisnis perusahaan.

3. Menciptakan Rencana Pemasaran

Tujuan perusahaan secara keseluruhan adalah untuk menghasilkan laba dengan cara memberikan kepuasan kepada pelanggan. Oleh karena itu, rencana pemasaran adalah bagian penting dari rencana bisnis secara menyeluruh. Dengan adanya strategi pemasaran yang solid, maka akan menjadi rencana pemasaran yang sangat baik. Saat merancang rencana pemasaran yang berisi berbagai daftar tindakan, namun tidak dilandasi dengan strategi yang sehat, itu sama saja tidak memberikan banyak kegunaan untuk bisnis.

4. Pemasaran yang Sistematis

Seluruh operasi atau kegiatan dalam sebuah organisasi perusahaan harus dikoordinasikan secara benar agar bisa mencapai tujuan yang sebelumnya sudah ditentukan. Departemen pemasaran bertugas untuk mengembangkan bauran pemasaran yang terbaik agar perusahaan bisa mencapai apa pun tujuan yang diinginkan. Oleh karena itu, manajemen pemasaran berperan dalam membuat sistem pemasaran yang sistematis.

5. Kepuasan Pelanggan

Bisnis berkaitan dengan kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan merupakan istilah yang tidak bisa dijauhkan dari departemen pemasaran. Kepuasan pelanggan inilah yang menjadi tolok ukur bagaimana sebuah layanan atau produk yang dibuat oleh perusahaan mampu memenuhi hingga melampaui harapan para pelanggan. Tujuannya tentu untuk memberikan keuntungan yang lebih maksimal dalam jangka panjang bagi perusahaan.

Mengenal Konsep Manajemen Pemasaran

1. Konsep Produksi

Konsep ini diterapkan oleh perusahaan yang mempercayai anggapan bahwa para konsumen ingin sebuah produk dengan harga terjangkau serta mudah untuk didapatkan. Sehingga, produk tersebut akan lebih mudah untuk dipasarkan dan mendapatkan banyak pelanggan baru.

Perusahaan dengan konsep pemasaran seperti ini akan melakukan produksi baran dalam jumlah yang besar sekaligus demi mengurangi biaya untuk produksi. Dengan begitu, maka perusahaan bisa menekan pengeluaran modal dengan cara produksi massal. Biasanya, konsep ini sukses diterapkan jika permintaan pasar terhadap produk lebih tinggi dibandingkan produk yang ditawarkan oleh perusahaan.

2. Konsep Produk

Konsep produk didasarkan atas asumsi bahwa setiap konsumen lebih suka produk yang berkualitas. Sementara ketersediaan dan harga produk tersebut tidak begitu berpengaruh terhadap keputusan mereka dalam melakukan pembelian. Perusahaan yang menerapkan konsep seperti ini umumnya akan memproduksi barang yang berkualitas. Selain itu, tentunya produk juga dibanderol dengan harga yang cukup tinggi.

3. Konsep Penjualan

Konsep penjualan cukup berbeda dengan dua jenis konsep manajemen pemasaran yang telah disebutkan sebelumnya. Jika keduanya lebih fokus pada produk, maka konsep penjualan lebih fokus pada bagaimana pemasaran produk itu sendiri. Konsep ini berasumsi bahwa apa pun produk, terlepas dari harga, kualitas, serta permintaan pasar, tetap akan bisa dipasarkan jika perusahaan menjual produk tersebut secara agresif.

4. Konsep Pemasaran

Bisnis atau perusahaan yang menggunakan konsep manajemen pemasaran ini akan menganggap konsumen menjadi pusat perhatian. Perusahaan lebih fokus terhadap kebutuhan konsumen serta senantiasa berusaha untuk memahami lebih jauh terkait apa keinginan pasar. Perusahaan biasanya akan mendapatkan nilai lebih tinggi dibandingkan para kompetitornya. Hal ini pula yang membuat konsumen lebih loyal terhadap satu brand dibandingkan dengan brand lain.

5. Konsep Pemasaran Sosial

Konsep ini bisa dibilang sebagai konsep manajemen pemasaran yang terbaru, jika dibandingkan dengan empat konsep yang sebelumnya. Konsep pemasaran melalui media sosial, bukan hanya fokus terhadap konsumen saja, tapi juga menekankan pada kepentingan konsumen serta masyarakat umum.

Oleh karena itu, perusahaan akan sangat mempertimbangkan etika saat praktik pemasaran kepada mereka semua.

Saat ini, media sosial dapat dikatakan menjadi salah area bisnis yang memiliki potensi besar. Anda dapat memulai membuat akun bisnis Instagram untuk mulai menjangkau pasar online.

Setiap usaha atau bisnis memang selalu mempunyai produk yang akan ditawarkan kepada konsumen atau pasar. Agar produk tersebut bisa laku dan terjual di pasaran, maka sangat dibutuhkan strategi yang tepat dalam manajemen pemasaran. Dengan menggunakan strategi yang tepat sesuai dengan jurnal manajemen pemasaran, maka bisnis bisa berjalan lancar dan mendapatkan laba sesuai apa yang diharapkan.