Ciri-ciri Anak yang Kecanduan Game Online

Sekarang ini, orang tua yang memiliki anak bersekolah atau anak remaja sedang mengalami keresahan yang luar biasa. Keresahan ini bukan tanpa sebab.  

Seperti kita ketahui bersama, sekarang berbagai macam game online tengah merebak di masyarakat. Dan rata-rata penggunanya adalah anak remaja atau anak usia sekolah. dan hal ini sangat berdampak signifikan pada pendidikan anak-anak.

Beberapa anak menyukai game yang mengandung tantangan dan kecepatan, beberapa menyukai game yang membutuhkan dia berpikir.

Game online ini memang dapat mempengaruhi prestasi belajar. Anak yang gemar bermain game akan menghabiskan  waktunya ber jam-jam di depan HP.  Akibatnya, anak-anak yang bermain game online hampir tidak punya waktu untuk belajar.

Ada saja orangtua yang mendukung anaknya bermain game, sepanjang  game ini tidak berdampak yang sangat serius. Namun kebanyakan orang gtua resah dengan kecanduan anaknya akan game online.

Entahkan orang tua mendukung atau sebaliknya, maka ada baiknya sebagai orang tua Anda harus pastikan apakah anak Anda mengunjungi  situs-situs tidak jelas seperti poker online qq atau tidak.  Jangan sampai anak Anda mengunjungi sebuah situs yang ternyata tidak baik untuk perkembangan anak Anda.

Beberapa Langkah Mengatasi Kecanduan Game Pada Anak

Pertama-tama, harus diakui bahwa orang tua sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, pengendalian sosial terhadap gaya hidup anak harus dilakukan secara rutin oleh orang tua.

Para orang tua perlu mendidik anaknya tentang gaya hidup yang tertib agar tidak mudah terpengaruh oleh dunia game online.

Para orang tua perlu menjelaskan secara gamblang dampak negatif game online terhadap anak dengan memberikan contoh dampak negatif game online yang pernah diberitakan di media.

Kunjungi situs judi online, temukan semua informasi tentang perjudian sehingga Anda bisa menjelaskan hal perihal judi dan keburukannya bagi anak Anda.

Hal ini dilakukan agar pemahaman anak tentang dampak negatif dari game online terbuka lebar.

Kedua, pemerintah harus menanggapi masalah ini dengan serius. Game online merupakan fenomena yang cukup meresahkan saat ini di segala lapisan masyarakat.

Kasus game online seringkali muncul dari berbagai kalangan. Pada awal tahun 2018, WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa pelajar yang bergantung pada game online sudah termasuk dalam kategori  gangguan jiwa.

Pemerintah harus mengambil langkah khusus untuk meminimalisir kasus tersebut. Misalnya mensosialisasikan dampak negatif dari game online kepada masyarakat khususnya pelajar agar para pelajar lebih menyadarinya.

Ketiga, secara bersama-sama menyadari bahwa pendidik (guru dan dosen) juga berperan penting dalam pengembangan akademik dan karakter siswa.

Oleh karena itu, adalah tugas pendidik dan guru untuk berbicara terus menerus dan tegas tentang efek negatif game online ini terhadap anak-anak sewaktu di sekolah. Pendidik juga harus mengajak anak untuk terus belajar guna mengejar cita-citanya.

Ciri-ciri Anak Kecanduan Game Online

Beberapa orang mengatakan bahwa bermain game online juga memiliki efek positif seperti: menghilangkan stres, melatih bahasa Inggris, mengatasi ketangkasan mental, dan lain sebagainya.

Namun pada artikel kali ini, penulis menjelaskan tiga dampak negatif bagi masyarakat, khususnya siswa yang kecanduan.

Pertama, anak-anak merasa sulit untuk mengatur waktu belajar mereka dengan baik, karena anak-anak yang mengandalkan permainan online memprioritaskan waktu yang mereka habiskan untuk bermain game daripada belajar.

Yang lebih parah, banyak anak bermain game online saat proses belajar mengajar sedang berlangsung. Dengan mengambil tempat duduk di barisan belakang kursi, anak memulai aksinya dengan bermain online.  Ada anak yang membuka Mobile Legends.

Anak-anak atau siswa ini tidak peduli dengan guru atau instruktur yang mengajar di depan kelas karena mereka bergantung pada game online.

Menurunnya minat belajar anak akibat permainan online akan mempengaruhi hasil belajar anak atau bahkan pengetahuan dan otak anak.

Kedua, hilangnya budaya interaksi sosial anak.

Anak-anak yang kecanduan game online biasanya hanya fokus bermain game online daripada berinteraksi dengan orang lain.

Menurut penulis, anak-anak yang kecanduan game online tampaknya merasa mandiri dengan bermain game online. Anak tidak lagi membutuhkan orang lain untuk mengkomunikasikan hal-hal penting dalam hidup mereka.

Ketiga, anak-anak yang bergantung pada game online dapat memicu tindakan destruktif yang dapat merugikan lingkungannya. Contoh mengambil uang orang tua, dan yang lebih parah, mengambil uang orang lain untuk membayar warung internet.

Selain itu, banyak anak yang bisa menghabiskan hingga ratusan ribu rupiah untuk membeli paket pulsa untuk nermain game. Tindakan tersebut berlebihan dan membutuhkan perhatian khusus, bukan?

Marilah kita bersama-sama menyadari bahwa anak-anak adalah penerus bangsa. Anda, saya, dan semua orang harus menangani  ini sehingga kita dapat menyelesaikan masalah ini semampu kita