Penggunaan Lampu dalam Ruangan: tips dari Distributor Lampu Philips

Pencahayaan merupakan hal paling penting yang harus kita terapkan untuk penggunaan lampu dalam ruangan, khususnya rumah. Area tersebut, menurut Distributor Lampu Philips, membutuhkan pencahayaan untuk membantu penglihatan. Maupun untuk memperindah ruangan tersebut.

Namun dalam hal tersebut, kita tidak memungkinkan untuk membeli lampu sebagai pencahayaan dengan anggaran yang sangat besar.

Apapun halangannnya, sebuah rumah harus dilengkapi dengan pencahayaan yang benar-benar serasi dengan rumah juga tidak menghabiskan banyak anggaran dan memuat kita nyaman.

Pencahayaan yang tepat dapat membuat ruangan terasa nyaman dan ramah. Penggunaan lampu dalam ruangan membutuhkan pencahayaan yang tepat akan meningkatkan mood Anda.

Percayalah, pencahayaan yang jelek dapat menghancurkan mood kita.  Bayangkan sebuah ruang makan restoran dengan cahaya lembut, redup, dengan lilin di atas meja dan cermin memantulkan cahaya hangat di sekitar ruangan dapat meningkatkan suasana.

Kemudian bayangkan ruangan yang sama saat restoran itu tutup, ketika staf telah menyalakan lampu neon untuk membersikan dan mengepel lantai, tentu Anda akan merasakan nuansa yang beda.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menata pencahayaan rumah Anda. Tanpa harus memanggil tukang listrik atau ahli tata lampu profesional. Anda dapat menggunakan tips-tips dari para desainer profesional ini.

Pilih Titik Fokus yang Tepat

Lampu gantung yang mewah dapat dirancang sebagai pencuri perhatian, namun hal ini terkadang membuat orang-orang menjadi terganggu.

Buatkan titik fokus yang lain dengan menambahkan lampu yang tidak terlalu mencolok untuk kenyamanan penghuni maupun orang yang datang berkunjung ke dalam rumah. Pilihlah skema warna yang paling membantu lampu untuk bercampur dengan ruangan.

Gantungkan lampu dengan pencahayaan yang normal

Gantungkan lampu yang pencahayaannya tidak terlalu mencolok namun juga tidak terlalu redup.

Hal ini berpengaruh terhadap kenyamanan para penghuni dan orang yang juga yang berkunjung ke ruangan tersebut.

Pencahayaan yang terlalu mencolok akan mengganggu mata dan bisa saja mempengaruhi kesehatan mata dan tubuh dari cahaya yang terlalu kuat tersebut. Namun cahaya yang terlalu redup juga akan membuat mata malah menjadi buram saat melihat barang-barang sekitar.

Hal ini juga malah berpengaruh terhadap penglihatan, karena mata hanya akan sedikit menangkap cahaya yang ada.

Oleh karenanya, gunakanlah lampu yang memang memiliki pencahayaan yang sedang-sedang saja.

Gunakan lampu yang berwarna putih dan terang

Penggunaan warna cahaya juga berpengaruh terhadap kenyaman rumah. Lampu dengan warna kuning jika dipakai di ruangan yang cenderung kecil, malah akan membuat ruangan terlihat sumpek.

Penggunaan lampu kuning biasanya bisa dgunakan untuk ruangan yang memang memiliki kondisi dinding yang cerah dan biasanya digunakan hanya sebagai lampu-lampu tambahan, bukan lampu utama.

Untuk mencari aman, gunakan lampu yang berwarna putih untuk membuat kesan yang cerah. Apalagi jika lampu ini dipadukan dengan dinding ruangan yang memiliki ruangan cerah juga.

Hal ini akan menimbulkan efek cerah pada rumah dan ruangan juga tidak terlihat kusam dan redup.

Pemilihan warna ini juga dapat dilakukan untuk warna lainnya, seperti warna merah, biru, pink, dan lain-lain.

Pilihlah produk dari distributor lampu Philips yang berkualitas

Rata-rata lampu gantung, cermin, dan aksen pada lampu meja cederung sama saja dan setidaknya memiliki warna yang sama.

Menggantung lampu yang berbentuk logam akan menimbulkan efek yang berbeda dan dapat memancarkan udara yang bebas dan mewah.

Gunakan bohlam LED yang seragam                

Jenny Guggenheim, pemilik dan perancang utama Guggenheim Architecture and Design Studio di Portland, menyarankan Anda mengganti semua jenis bohlam yang tidak cocok, terutama bohlam lampu neon compact, ganti dengan satu jenis bohlam LED.

“Di rumah tua kadang-kadang ada tiga atau empat jenis bola lampu, masing-masing dengan suhu dan warna sendiri. Ganti dengan yang sejenis dan perbaikan mudah ini bisa sangat membantu meningkatkan pencahayaan Anda,” kata Guggenheim.

Pilih LED yang tepat.

Belanja untuk lampu LED bisa membingungkan. Distributor Lampu Phillips merekomendasikan lampu LED hangat 2.500K hingga 2.700k.

“Rentang itu meniru siang hari, tetapi sedikit di sisi yang lebih hangat.”

Para desainer juga memperingatkan bahwa Anda mendapatkan apa yang Anda bayar. Semakin murah bohlam, semakin rendah kualitas cahayanya, jadi belanjalah toko pencahayaan khusus daripada toko ritail umum untuk mendapatkan produk berkualitas.

Arahkan setidaknya dua lapisan cahaya.

Desainer Alex Kalita, pendiri Common Bond Design dari Brooklyn, mengatakan lapisan pertama pencahayaan Anda haruslah praktis, yang biasanya lebih terang, pencahayaan overhead, terutama di area yang membutuhkan banyak cahaya seperti kamar mandi dan dapur. Lapisan cahaya kedua adalah lampu meja, lantai, dan aksen yang membawa Anda seolah ke ruang angkasa.

Menyebarkan cahaya

Saat membangun layer pencahayaan, Anda membutuhkan yang tersebar. Jika semua cahaya Anda berasal dari bola lampu bening dan terang dengan warna buram, pikirkan tentang menukar beberapa bola lampu dan warna untuk cahaya yang lebih menarik.

Abaikan tren

Banyak pilihan pencahayaan populer yang tersedia saat ini menampilkan corak logam atau bohlam kosong. Namun, gaya itu tidak menghasilkan cahaya yang bagus, jadi gunakan dengan hemat. Lampu keramik dengan dasar kertas putih sederhana atau naungan kain adalah pilihan paling tepat yang menghasilkan cahaya lembut.

Pilihlah bola lampu lux       

Selain bohlam berujung krom, bohlam khusus lainnya dapat meningkatkan pencahayaan Anda. Misalnya, LED gaya Edison dengan watt rendah dapat melakukan banyak hal dengan overhead yang keras. Jika rumah Anda tidak memiliki pencahayaan overhead yang cukup, Anda dapat menggunakan lampu gantung plug-in di atas meja makan.

Demikianlah berbagai tips penggunaan lampu dalam ruangan dari Distributor Lampu Philips. Semoga membantu Anda.

Jangan lupa simak artikel menarik lainnya dari kami, khusus untuk Anda.

Peralatan Bedah Ortopedi Wajib Anda Ketahui

Bedah ortopedi merupakan cabang ilmu pembedahan yang bertanggungjawab untuk mengobati pasien dengan keluhan seputar masalah muskuloskeletal. Musculoskeletal atau muskuloskeletal sendiri berarti sistem kompleks dalam tubuh yang mencakup sistem otot dan juga sistem rangka manusia termasuk sendi. Semua keluhan pasien yang mencakup permasalahan muskuloskeletal ditangani oleh dokter dengan peralatan bedah ortopedi alat non-bedah.

Nama ortopedi sendiri tenyata diistilahkan “orthopaedics” oleh seseorang yang bernama Nicholas Andry. Beliau mengambil kata ini dari Bahasa Yunani yaitu “orthos” yang berarti lurus atau betul dan juga “paidion” yang berarti anak. Dan pengucapan kata itu sendiri berbeda-beda di setiap daerah. Di Indonesia sendiri umumnya digunakan istilah ortopedi untuk bidang ini dalam dunia kesehatan. Ada organisasi yang bergerak khusus di bidang ini yaitu IOA (Indonesian Orthopaedic Association).

Dalam artikel kali ini, kita akan mengenal peralatan bedah ortopedi yang biasa ditemukan dan digunakan di rumah sakit. Tetapi sebelum mempelajari lebih lanjut, tentu kita akan mengulas sejarah dan perkembangan ortopedi di Indonesia dan dunia. Selamat membaca ulasan di bawah ini!

Sejarah Ortopedi Dunia

Bila berbicara mengenai ortopedi, nama yang sangat terkenal dan mendunia adalah Jean Andre Venel. Beliau adalah seorang pelopor di bidang ortopedi dalam dunia kesehatan. Jean Andre Venel mendirikan lembaga yang menangani kasus di bidang ortopedi pertama pada tahun 1780. Awalnya, lembaga ini didirikan dengan tujuan mengobati anak-anak dengan permasalahan rangka. Hingga kini, Jean Andre Venel dianggap banyak orang sebagai bapak ortopedi karena lembaga yang didirikannya dan juga metode pengobatannya.

Ada juga yang bernama Antonius Mathysen, yaitu orang yang pertama kali menemukan pembalut gips. Beliau menemukan benda ini sekitar tahun 1851. Ia lahir di sebuah kota di perbatasan Belanda dan Belgia. Antonius Mathysen telah dididik di sekolah kedokteran khusus tentara di daerah Utrecht. Saat sedang bekerja di rumah sakit militer di Haarlem pada tahun 1851, beliau menggunakan pembalut gips yang ditemukannya sebagai perban.

Hingga saat itu, ada metode Belgia yang menggunakan bahan pati dan membutuhkan setidaknya satu hari untuk mengering. Beliau memperhatikan para pekerja di gereja seberang jalan sedang memperbaiki retakan. Mereka menggunakan semacam potongan rami dan plester paris. Hal inilah yang menjadi awal mula ditemukannya perban gips untuk retak tulang oleh Antonius Mathysen. Sejarah mencatat bahwa namanya juga dikenal di daerah setempat sebagai ‘paman perban’ atau ‘om gips’.

Di Indonesia, dokter yang menangani kasus bedah ortopedi telah melalui serangkaian pendidikan panjang sebelumnya. Yaitu menjadi sarjana kedokteran umum ataupun dokter bedah umum. Dokter spesialis di bidang ini diberi gelar SpOT (Spesialis Ortopedi dan Traumatologi) ataupun SpBO (Spesialis Bedah Ortopedi).

Ada pula yang dinamakan ortopedi khusus anak, dan telah berkembang pesat sejak zaman Hippocrates. Keadaan musculoskeletal pada anak-anak telah menjadi fokus ortopedi sejak lama. Seperti skoliosis, pertumbuhan panggul yang tidak sempurna (displasia pertumbuhan pinggul) dan masih banyak lagi. Dan berikut adalah beberapa equipment lengkap atau peralatan bedah ortopedi yang biasa digunakan oleh tenaga medis di rumah sakit.

Arthroscope

Dalam dunia medis, dikenal sebuah prosedur dalam pembedahan ortopedi yang dinamakan artroskopi. Prosedur ini bertujuan untuk membuat lubang sebesar lubang kunci untuk memasukkan alat bernama artroskop. Tujuan dilakukannya prosedur ini adalah untuk melihat, menangani, dan mengetahui berbagai gangguan pada sendi yand diteliti. Prosedur artroskopi ini biasa dilakukan bagi pasien yang memiliki keluhan gangguan sendi. Baik  di bahu, di pinggul, di pergelangan tangan dan pergelangan kaki, di siku, maupun di lutut.

Arthroscope atau artroskop merupakan sebuah peralatan bedah ortopedi yang memiliki ujung runcing dan bentuknya seperti selang. Ada pula sebuah lensa mikro dan juga senter yang akan terhubung dengan artroskop yang telah dimasukkan. Fungsinya adalah untuk memperbesar objek yang dapat dilihat.

Ada beberapa keadaan pada pasien yang mengakibatkan harus dilakukannya prosedur artroskopi ini. Misalnya ketika pasien ingin mengeringkan cairan yang berlebih di dalam sendi. Juga ketika ingin mengangkat potongan-potongan tulang keras maupun tulang rawan yang lepas. Prosedur ini juga harus dilakukan apabila terdapat luka pada tulang rawan, tendon dan juga ligamen. Ligamen adalah jaringan ikat yang menghubungkan antara tulang dengan tulang. Sementara itu, tendon adalah jaringan ikat yang menghubungkan antara tulang dengan otot. Prosedur ini juga dilakukan ketika terdapat keluhan jepitan pada jaringan ikat di bahu atau biasa disebut dengan impingement syndrome. Hal ini biasa disebabkan oleh aktivitas berlebih yang melibatkan pergerakan sendi bahu dan juga tulang belikat secara terus-menerus.

Ada beberapa keadaan yang harus diperhatikan sebelum mengikuti prosedur artroskopi ini. Misalnya, prosedur ini tidak disarankan untuk diterapkan pada ibu hamil. Karena mungkin akan mengganggu tumbuh dan kembang janin. Pasien diharapkan untuk aktif dalam memberi tahu tenaga medis bila memiliki alergi tertentu pada obat-obatan. Dan juga beritahu dokter bila ada obat yang sedang anda konsumsi, misalnya obat untuk pengencer darah. Dan prosedur ini harus diterapkan dengan lebih hati-hati pada pasien diatas paruh baya.

Kirschner Wire

Kirschner wire adalah sebuah peralatan bedah dalam dunia ortopedi yang disebut juga sebagai pin bedah. Alat ini berbentuk seperti kawat tipis yang memiliki fungsi menahan fragmen tetap pada tempatnya. Kawat ini biasa digunakan dengan cara dibor melalui tulang pasien. kirschner wire juga dapat dijalin sehingga pergerakan tulang pun semakin terbatas, namun tentunya alat ini akan sulit dilepaskan kembali.

Prosedur pemasangan kirschner wire atau pin tipis ini pun memiliki beberapa resiko ringan yang harus diperhatikan oleh pasien. Yaitu salah satunya adalah dapat menimbulkan infeksi. Lokasi tubuh yang menjadi tempat pemasangan pin, dapat menjadi sumber utama infeksi yang masuk ke tubuh pasien. Oleh karena itu, biasanya pasien dengan pin yang dibiarkan terbuka akan diinstruksikan untuk merawat pin agar terhindar dari infeksi.

Dan kirschner wire ini dapat segera dilepas apabila proses penyembuhan tulang sudah cukup baik. Ketika tulang sudah membaik dan mendekati posisi normal, maka hal ini dapat dilangsungkan.

Goniometer

Peralatan bedah ortopedi yang satu ini mungkin masih terdengar asing bagi masyarakat awam yang tidak berkecimpung di dunia kesehatan. Alat ini memiliki fungsi utama untuk mengukur Lingkup Gerak Sendi (LGS) atau Range Of Motion (ROM). Pemeriksaan untuk mendapatkan data lingkup gerak sendi biasa digunakan untuk mendeteksi pergerakan sendi yang aktif atau pasif. Juga bisa untuk mengetahui ekstensibilitas dan fleksibilitas jaringan lunak, serta panjang otot. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan alat ini biasa didapatkan dalam satuan derajat sudut.

Alat ini sangat penting bagi seorang fisioterapis. Karena sangat membantu dalam mengetahui hasil terapi pada kasus seperti post fraktur dan lain sebagainya. Seiring berjalannya waktu, alat ini pun semakin berkembang menjadi lebih baik. Hingga saat ini, telah ditemukan berbagai macam goniometer dengan bentuk yang beragam. Tidak hanya itu, bahan pembuatnya pun bermacam-macam. Namun yang pasti tujuan dan fungsi utama dari alat ini tidak berubah.

Secara umum, bentuk goniometer ini cukup sederhana. Seperti penggaris yang ujungnya berbentuk lingkaran. Di sepanjang goniometer, terdapat banyak angka dalam berbagai satuan ukur yang dapat membantu menangani masalah ortopedi. Alat ini cukup praktis digunakan dan tidak berat. Sehingga dapat memudahkan tenaga medis yang akan menggunakan alat ini.

Ada goniometer yang terbuat dari plastik. Ada pula goniometer yang terbuat dari bahan plastik baseline. Dan yang terakhir adalah goniometer yang terbuat dari bahan logam. Goniometer yang berbahan dasar logam tentu memiliki harga yang relatif lebih mahal bila dibandingkan dengan yang berbahan dasar plastik.

Bone Holding Forceps

Bone holding forceps secara umum digunakan para tenaga medis di bidang ortopedi untuk menstabilkan dan memutar tulang. Peralatan bedah ortopedi ini berbentuk seperti tang dalam dunia medis. Selama operasi ortopedi, alat ini digunakan untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh fraktur (patah tulang). Selain itu, alat ini juga digunakan ketika terdapat posisi tulang pada pasien yang berubah dari posisi aslinya.

Bone holding forceps ini memiliki beberapa bentuk umum yang beragam. Ada yang memiliki rahang sempit dan ada pula yang memiliki rahang lebih lebar. Bone holding forceps dengan rahang sempit biasa digunakan dalam prosedur pembedahan di bagian tangan dan bagian kaki. Hal ini dikarenakan tang jenis ini tidak bisa menangani pembedahan yang melibatkan otot dan jaringan lunak lainnya. Sedangkan bone holding forceps dengan rahang yang lebih lebar bisa digunakan untuk menangani prosedur penempatan piring serta sisipan sekrup. Bahkan tang jenis ini dapat memiliki rahang berulir yang sangat memungkinkan untuk masuk ke bagian retakan tulang dan meletakkan sekrup. Intinya, penggunaan berbagai jenis rahang pada bone holding forceps disesuaikan lagi dengan lokasi dan ukuran tulang yang akan ditangani.

Bone Awls

Peralatan bedah ortopedi yang selanjutnya dinamakan bone awls. Bone awls adalah sebuah alat dalam dunia ortopedi yang berfungsi untuk mengubah posisi tulang agar sejajar dalam prosedur pembedahan. Bila diartikan dari Bahasa Inggris, arti dari bone awls adalah penusuk tulang. Alat yang satu ini berbentuk lurus panjang dan juga tumpul. Tidak hanya itu, bone awls juga berfungsi untuk membuat sebuah lubang pada awal prosedur operasi di bidang ortopedi. Bone awls adalah sebuah alat yang dioperasikan dengan menggunakan tangan. Dan alat ini biasa digunakan untuk membuka saluran femoralis.

Saluran femoralis atau biasa disebut dengan arteri femoralis adalah istilah umum yang digunakan untuk menyebut beberapa arteri besar pada paha. Ujung dari arteri ini berakhir tepat di atas lutut pada kanal adductor atau disebut juga kanal hunter. Dan arteri ini dimulai dari kepala femoralis (ligamentum inguinalis).

Arteri femoralis sendiri ternyata dibagi menjadi tiga klasifikasi umum. Yaitu arteri femoralis yang membagi arteri femoralis dalam (profunda). Selanjutnya adalah arteri femoralis superfisial dan arteri femoralis yang menyediakan darah ke bagian paha. Yang terakhir adalah arteri femoralis yang menyediakan darah yang mengalir ke kaki dan lutut.

Penggunaan dari alat ini harus diperhatikan dengan baik. Pasalnya, bila kurang berhati-hati bone awls dapat tergelincir ke dalam tulang dan merusak jaringan lunak. Tidak hanya bone awls saja, namun setiap peralatan bedah ortopedi harus digunakan dengan keterampilan dan perhatian agar tidak terjadi kesalahan.

Bone cutting forceps

Istilah bone cutting forceps biasa digunakan untuk menyebut alat dalam prosedur pembedahan yang secara sederhana mirip dengan tang pemotong tulang. Tang pemotong tulang ini digunakan hanya pada keadaan tertentu saja. Seperti misalnya ketika terjadi patah tulang hidung pada pasien dengan tulang hidung yang luas dan menebal. Dan peralatan bedah ortopedi ini juga biasa digunakan pada proses osteotomi atau osteotomies.

Osteotomi adalah istilah yang biasa dipakai dengan maksud pemotongan tulang. Ada berbagai macam osteotomi yang cukup dikenal di dunia ortopedi. Misalnya osteotomi pada lutut. Osteotomi lutut berarti pemotongan tulang yang dilaksanakan pada bagian lutut pasien. Prosedur operasi ini biasa dilakukan dengan memotong atau meluruskan salah satu tulang baik femur (tulang paha) maupun tibia (tulang kering). Hal ini dilakukan dengan tujuan meringankan beban dari lutut yang berkendala dan juga memperbaiki keluhan tungkai yang bengkok pada pasien.

Ternyata, hasil dari operasi osteotomi ini juga tidak bisa dipastikan akan mendapatkan hasil yang sempurna. Dan tentunya, hasilnya mungkin tidak akan lebih baik daripada operasi penggantian lutut secara keseluruhan. Para pasien juga tidak bisa membebankan berat tubuhnya pada lutut yang menjalani operasi osteotomi selama hampir tiga bulan. Serta, proses pemulihan lutut yang menjalani prosedur operasi osteotomi terbilang lebih lama daripada operasi penggantian lutut.

Tidak hanya itu, ada pula beberapa indikasi atau juga keadaan yang memungkinkan bagi pasien untuk melakukan prosedur osteotomi ini. Seperti misalnya, para pasien harus dapat meluruskan lututnya hingga 180 derajat serta mampu menekuk lutut minimal 90 derajat. Umur pasien yang aman melakukan operasi ini adalah berkisar antara 40 tahun hingga 60 tahun. Pasien yang menderita penyakit rheumatoid juga bukan termasuk kandidat yang aman dalam melaksanakan prosedur osteotomi ini. rheumatoid atau reumatoid adalah penyakit sistem imun yang mengakibatkan nyeri pada sendi yang berlangsung dalam waktu lama.

Bone file

Bone file dalam dunia medis dikenal sebagai alat yang memiliki fungsi utama untuk menghaluskan permukaan tulang dan gigi yang kasar. Cara kerja dari peralatan bedah ortopedi ini adalah dengan memotong dalam satu arah saja. Diketahui bentuk umum dari alat ini adalah berbentuk lurus dengan ujung berbentuk seperti kikir.

Biasanya, bone file sendiri terbuat dari bahan dasar stainless steel. Yang tentunya tahan karat dan tahan air. Serta ringan dan aman untuk digunakan dalam prosedur operasi ortopedi.  Ada bone file yang memiliki satu ujung dan satu pangkal. Ada juga bone file yang memiliki dua ujung aktif yang dapat digunakan sesuai kebutuhan dari tenaga medis yang menjalankan operasi.

Bone file memiliki peran sebagai pemahat dalam dunia peralatan bedah ortopedi. Alat ini juga dapat menghilangkan spikula kecil pada tulang atau ujung runcing pada area tulang yang sempit. Alat ini juga bisa digunakan untuk mengikis tulang sehingga mendapatkan bentuk yang kita mau. Ataupun dengan tujuan untuk mendapatkan permukaan yang lebih halus dari sebelumnya. Dengan bentuknya yang bergerigi, menjadikan alat ini cocok untuk digunakan dalam praktik kedokteran gigi maupun prosedur pembedahan umum.

Demikianlah beberapa peralatan bedah ortopedi yang dapat diulas dalam artikel kali ini. Jaga kesehatan area musculoskeletal anda agar tetap dalam kondisi baik. Semoga artikel ini dapat membantu para pembaca sekalian.

El Espíritu Santo y la Virgen María

MARÍA CONCIBIÓ POR OBRA Y GRACIA DEL ESPÍRITU SANTO

El ángel le respondió: El Espíritu Santo vendrá sobre ti y el poder del Altísimo te cubrirá con su sombra; por eso el que ha de nacer será santo y será llamado Hijo de Dios. Lucas 1, 35


MARÍA ES LA CRIATURA MÁS EXCELSA Y BELLA ANTE DIOS: ES HIJA, ESPOSA Y MADRE DE DIOS

María mantiene una especial relación con la Santísima Trinidad: es Hija de Dios Padre, Madre de Dios Hijo, y Esposa de Dios Espíritu Santo. Ella es Madre de Dios, por ser Madre del Verbo Encarnado, de Jesucristo.

MARÍA ES LA FIEL ESPOSA DEL ESPÍRITU SANTO      

María, concebida sin pecado original, instrumento y medio elegido por Dios para salvar a la humanidad caída, siempre tuvo su corazón en Dios. Ella, que no cometió pecado alguno, fue siempre fiel al Espíritu Santo que habitaba en su Corazón Inmaculado. Ella, líbremente, se hace la Esclava del Señor:

Dijo María: « He aquí la esclava del Señor; hágase en mí según tu palabra. » Y el ángel dejándola se fue. Lucas 1, 38


MARÍA , LA LLENA DE GRACIA, ES LA LLENA DEL ESPÍRITU SANTO

Y entrando, le dijo: Alégrate, llena de gracia, el Señor está contigo. Lucas 1, 28

Frutos del Espíritu Santo

frutos

CATECISMO DE LA IGLESIA CATÓLICA, Nº 1832

Los frutos del Espíritu son perfecciones que forma en nosotros el Espíritu Santo como primicias de la gloria eterna. La tradición de la Iglesia enumera doce: “Caridad, Gozo, Paz, Paciencia, Longanimidad, Bondad, Benignidad, Mansedumbre, Fidelidad, Modestia, Continencia, Castidad”.

GÁLATAS 5, 22-23

En cambio el fruto del Espíritu es Amor, Alegría, Paz, Paciencia, Afabilidad, Bondad, Fidelidad, Mansedumbre, Dominio de Sí.

PREMIOS DEL ESPÍRITU SANTO,DECENARIO AL ESPÍRITU SANTO

Los premios del Espíritu Santo son dados a las potencias de nuestra alma.

Premios a la MEMORIA: traslados que la hacen ir a Belén, a Egipto, a Jerusalén, siguiendo a Jesucristo en su vida pública, al Tabor en la transfiguración, al huerto de los Olivos, al pretorio, por las calles de Jerusalén, al Calvario, vista amorosa de nuestro adorable Redentor, etc.

Premios al ENTENDIMIENTO:conocimiento de la Divina Esencia y de sus Tres Divinas Personas; de la creación; del ángel y del hombre; de la rebelión, desobediencia y castigos; de la Encarnación del Verbo, etc.

Premios a la VOLUNTAD: Dardos de amor Divino; heridas en el alma; transformación del alma en Dios; posesión en el alma de la Santísima Trinidad.

Documentos

Para aquellos que estén interesados en profundizar en algunos aspectos sobre el Espíritu Santo.

ENCÍCLICAS


Divinum illud munus

Carta Encíclica del Sumo Pontífice León XIII sobre el Espíritu Santo, 9 de mayo de 1897.


Divino Afflante Spiritu

Carta Encíclica del Sumo Pontífice Pío XII sobre los estudios bíblicos.


Spiritus Paraclitus

Carta Encíclica del Sumo Pontífice Benedicto XV sobre la interpretación de la Sagrada Escritura, 15 de Septiembre de 1920


Dominum et vivificantem

Carta Encíclica del Sumo Pontífice Juan Pablo II sobre el Espíritu Santo en la vida de la Iglesia y del mundo, 18 de Mayo de 1986

CATEQUESIS


Creo en el Espíritu Santo

Capítulo Tercero del Catecismo de la Iglesia Católica.


La Solennità

Radiomensaje de su Santidad Pío XII en el 50 Aniversario de la «Rerum Novarum» 1 de junio de 1941.


EL Espíritu Santo en la Catequesis de Juan Pablo II

Recopilación de textos de Juan Pablo II, desde 1982 hasta 1998, sobre el Espíritu Santo. 272 páginas.


Catequesis de Juan Pablo II sobre los siete dones del Espíritu Santo

Recopilación de textos de Juan Pablo II sobre los siete dones del Espíritu Santo, pronunciados en el rezo del Angelus y Regina Caeli, año 1989.


Pablo, el Espíritu en nuestros corazones

Benedicto XVI, Audiencia general, 15 Noviembre de 2006


La acción del Espíritu Santo al servicio de la unidad

Benedicto XVI, Audiencia general, Miércoles 7 Mayo 2008.


Espíritu de Verdad, de Amor y de Fortaleza

Mensajes del Santo Padre Benedicto XVI, con ocasión de las JMJ de 2006, 2007 y 2008.


El Espíritu Santo según el Santo Cura de Ars

ARTÍCULOS TEOLÓGICOS


Creo en el Espíritu Santo. Creo en la Santa Iglesia Católica

Miguel de Salis Amaral


Los dones del Espíritu Santo y el camino hacia la santidad

Javier Sesé Alegre, profesor de Teología Espiritual en la Facultad de Teología de la Universidad de Navarra.


El Espíritu Santificador

Javier Sesé Alegre, profesor de Teología Espiritual en la Facultad de Teología de la Universidad de Navarra.


Sidney: el Espíritu del Amor

Ramiro Pellitero, Instituto Superior de Ciencias Religiosas.


El tiempo verdaderamente recuperado. Sobre la providencia de Dios y el Espíritu Santo

Ramiro Pellitero, Instituto Superior de Ciencias Religiosas.


Personas, sucesos, decisiones y otras cosas que tienen que ver con el Espíritu Santo

Ramiro Pellitero, Instituto Superior de Ciencias Religiosas.


El Espíritu Santo y la vida moral según PH. Delhaye

Tomás Trigo Oubiña, profesor de Teología Moral en la Facultad de Teología de la Universidad de Navarra.


El envío del Espíritu Santo

Preparado por el Departamento de Teología Espiritual de la Pontificia Universidad de la Santa Cruz.


Más textos en www.corazones.org

MEDITACIONES


Meditaciones sobre el Espíritu Santo

Antonio Balsera Fernández, Sacerdote, Lector y Escritor.


Meditaciones para el camino. Capítulo 24: ‘Nos guía el Espíritu Santo’

Tomás Trigo Oubiña, profesor de Teología Moral en la Facultad de Teología de la Universidad de Navarra.