Sepatu Sebagai Investasi Masa Kini

Seiring dengan perkembangan zaman, fashion menjadi salah satu hal yang selalu diperhatikan setiap orang. Salah satu fashion yang selalu menarik perhatian banyak orang ialah sepatu sebagai investasi. Barang yang satu ini memang dari dulu kerap menjadi salah satu barang  yang bisa dijadikan sebuah hobi. Terutama pada jenis sepatu sneakers. Umumnya mereka ini memilih sepatu sebagai investasi, contohnya adalah sneakers sebagai hobi karena model serta keunikan dari setiap sepatunya. Desainnya yang unik dan kerap dengan warna yang langka banyak sekali menarik perhatian orang.

Hal tersebut cukup wajar mengingat banyak sneakers di zaman sekarang yang memiliki harga selangit dan dapat kembali dijual dengan harga yang sama bahkan lebih mahal daripada harga belinya. 

Disamping itu terdapat banyak orang yang menjadikan sneakers sebagai sebuah investasi. Para pecinta sneakers rela untuk merogoh saku lebih demi mendapatkan koleksi terbaik dari sneakers. Terlebih lagi ketika sebuah sneakers diluncurkan dengan sistem limited edition. Para kolektor sneakers tak segan – segan untuk mengeluarkan ratusan juta demi sebuah sepatu. Limited edition atau produk model sepatu dengan jumlah yang sedikit ternyata bisa dijadikan sebuah asset besar.

Kini dengan perkembangan teknologi yang kian pesat, akses jual beli pun dipermudah. Belum lagi dengan pilihan toko sepatu online yang terus berkembang biak. Maka sneakerspun kini dapat menjadi sebuah instrument investasi.

Sneakers Sebagai Suatu Lifestyle atau Sebuah Instrumen Investasi?

Seperti yang kita tahu sneakers-sneakers seperti Air Jordan, Yeezy dan lainnya telah membuktikan. kolaborasi produsen sneakers dengan selebritas maupun atlet ternama membuat sneakers menjadi ‘naik kelas’. Tidak hanya itu, sneaker kini juga sudah memasuki zona dari gaya hidup serta sebuah investasi yang sangat menjanjikan. Hal tersebut terbukti dari tingginya harga jual dari sneakers yang melesat sangat tinggi. Value yang diberikan dari sebuah kolaborasi dan desain ini sangat berperan penuh.

Mulai dari tahun 2019 lalu mengutip dari kontan, kolaborasi sneakers dengan sang legenda bola basket Michael Jordan. Kolaborasi tersebuy memberikan keuntungan luar biasa dengan model The Trophy Room x Nike Air Jordan 5. Yang pada awalnya dipasarkan hanya senilai USD 200 sekarang melonjak hingga USD 5.213.

Berarti pencapaian meningkat hingga 2.506%. Legenda NBA tersebut memang terbilang telah  menjadi icon dari Brand Nike. Wajar saja, faktanya data menunjukkan penjualan Nike Jordan mengalami peningkatan hingga 10% hingga Mei 2019 yang lalu.

Jordan sendiripun memang memiliki target pasar tersendiri. Maka dari itu dengan membuat model yang satu ini memang memiliki nilai investasi yang baik. Tidak hanya Nike, kompetitor lainnya  yaitu Adidas Yeezy juga menjadi satu pilihan yang tak kalah menguntungkan. Hal tersebut dalam konteks sebuah investasi. Sneakers yang rilis di tahun 2015 tersebut  pertama kali dipopulerkan oleh Kanye West.

Jadi, bagaimana sudah mulai tertarik untuk melakukan investasi menggunakan sepatu sneakers?

Sebelum memilih sepatu sebagai investasi pilihanmu, terdapa beberapa hal yang harus diketahui. Berikut tips-tips dalam memilih sebuah sneakers yang memiliki nilai baik untuk diinvestasikan.

Pilih Sneakers yang Unik dan Langka

Salah satu hal yang perlu disortir dalam hal ini adalah kelangkaan dan keunikan. Meningkatnya harga sneakers di pasaran tentu saja berhubungan dengan kelangkaan. Suatu jenis sepatu atau model sneakers yang ada di pasaran jika tersedia banyak cenderung kurang mencuri perhatian.

Karena itu, saat ingin membeli sepatu pastikan membeli model yang unik, langka atau limited edition. Dengan memiliki model yang seperti itu, maka harga yang didapat akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Baru deh disini sudah mulai masuk tahap investasi. Wah, sangat menarik bukan.

Pilih Sesuai Selera

Semakin lama jenis sneakers yang ada di pasaran semakin beragam pula. Dengan banyaknya jenis sneakers tentu saja akan semakin membuat kamu bingung. Terlebih lagi  dalam memilih yang sesuai dengan preferensi kamu. Maka dari itu, kamu perlu menyesuaikan jenis sneakers yang ingin digunakan nantinya. Pilih yang memiliki keunikan. Jangan lupa sebelum memilih kamu harus menyeleksi beberapa hal. Seperti jenis brand serta harga, namun tetap disesuaikan dengan dana yang dimiliki. 

Selain itu, perhatikan juga review dari masyarakat. Dengan memanfaatkan review tersebut kamu dapat melihat mana yang bagus dan tidak bagi banyak orang. Sehingga sneakers yang dipilihpun juga disenangi untuk seluruh kalangan.

Pastikan Penggunaan Sneakersnya Sesuai Tempat

Apabila benar-benar ingin menjadikan sepatu sebagai investasi, maka ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Maka harus dipastikan betul untuk menjaga dan merawat sneakers dengan sungguh – sungguh. Oleh sebab itu, sangat diperlukannya untuk mempersiapkan rencana serta pemilihan waktu yang tepat.

Kapan dan akan digunakan kemana saja sneakers tersebut. Apabila telah merawatnya dengan ekstra, maka potensi kerusakan dapat dihindari sehingga sneakers milikmu tetap awet. Karena tentu saja tidak ada yang ingin membeli sepatu online yang sudah rusak. Maka diperlukan ketelitian dan ketelatenan.

Perhitungan Untuk Memulai Investasi Sepatu Sneakers

Berikut adalah salah satu tips dan contoh untuk memperhitungkan inveasti sepatu sneakers.

Kamu berencana untuk memiliki sepatu sneaker Air Jordan 4 yang nyaman. Sepatu tersebut juga memiliki nilai investasi. Target dana yang dibutuhkan ialah Rp4.500.000. Estimasi waktu untuk kamu ingin memilikinya ialah  tahun depan. Sehingga masih memiliki waktu waktu yang cukup banyak yaitu 1 tahun. Maka, Kamu dapat mempersiapkannya dengan menabung dari menyisihkan uang jajan bagi para pelajar. Apabila sudah bekerja maka buatlah sebuah persentase prioritas dari sepatu sneakers ini. Sehingga apabila gajian dapat disisihkan sesuai dengan perhitungan persentase.

Itulah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk awal memulai investasi menggunakan sepatu sneakers sebagai instrumennya. Selain itu juga, hal ini dapat mengembangkan dana secara perlahan. Dengan memilih investasi yang satu ini juga kamu bisa terus memuaskan hobi yang kamu miliki.

Ide-Ide Usaha Kreatif Kaum Muda

Banyak usaha-usaha baru bermunculan, dan sudah ratusan perusahaan asing maupun local yang tidak bisa bertahan di era digital ini. Sebagai contoh saja, seperti Mac Donald di Jakarta, otlet-otlet banyak yang sudah tutup, dan juga sekarang kembali ke awal lagi pizza hut juga menerjunkan ribuan kariawan di berbagai cabang untuk menjual produknya di pinggir jalan.

Dari sini seharunya kamu tahu ada perubahan yang besar dalam roda bisnis di Indonesia dan bahkan internasional. Belum lagi ditambah adanya problem virus covid-19, jelas mendorong para kreatif muda untuk bersaing melawan para bisnis industrial.

Ini eranya bisnis online, muncul pasar baru yang masih luas dan sangat luar biasa untuk digunakan dalam mencari ladang penghasilan. Namun selama muda mudi tidak pandai memutar ide dan otak, jelas kerugian di kemudian hari bisa saja terjadi.

Menyesal itu pasti, makanya sekarang saatnyalah action untuk merealisasikan ide kreatif kamu dalam berbisnis. Kamu bisa coba ide-ide bisnis/usaha kreatif berikut!

Berbagai Macam Ide Usaha Baru Kreatif Dan Modal Murah Serta Pengembangannya

Ide kreatif dalam berbisnis itu tidak ubahanya kamu membuat terobosan baru dengan mengamati sekitar. Seperti kondisi kotamu tinggal, kondisi keuangan, prospek dan juga persaingan yang mungkin bisa menjadi halangan. Nah, tapi selama kamu berpikir selangkah kedepan, jelas hal-hal tersebut tidak akan membuat kamu merugi. Justru semakin kamu tertantang, akan muncul ide-ide baru, terobosan baru dalam berbisnis yang sesuai dengan minat/bakat kamu.

Kamu juga bisa membuat analisa sendiri untuk menang dalam berbisnis. Mari hilangkan kebingungan kamu, sekarang coba pilih salah satu dari ide kreatif di bawah ini :

Privacy Room

Ini adalah ide usaha yang baru, kamu bisa membuat suatu bisnis khusus untuk menjamin ketenangan orang. Nah, banyak sekarang ini orang sibuk, orang yang ingin lari dari kenyataan, ingin marah, dan mereka semua pasti akan suka dengan adanya penyaluran emosi. Kamu coba dirikan usaha dengan membuat khusus ruangan-ruangan privacy untuk satu orang saja dalam satu ruangan. Dan kamu biarkan orang-orang yang menyewa tempat privacy ini menyalurkan segala macam emosi mereka. Kamu bisa bebaskan apapun, ingin marah dan membanting barang, terserah mereka semua yang menyewa.

Konsepnya sama dengan yang sedang popular, yakni anger room. Tapi bedanya ini jauh lebih menerima segala macam emosi yang ada, jadi bukan hanya untuk orang sedang marah saja. Coba pasti laku keras, di Jakarta sendiri anger room ini sudah ada, namun privacy room masih belum ada dan tanpa pesaing bila kamu berhasil mendirikannya.

Tanaman Hias Khusus Desain Rumah Industrial

Satu lagi ini yang menarik, kamu bisa dirikan yang namanya bisnis tanaman hias yang berfokus pada penambah interior. Nah, memang tanaman ini cocok untuk indoor, jadi kamu bisa membuat dan mengembangkan usaha tanaman hias ini. Memang sekarang sedang laris manisnya tanaman hias kaktus dan sukulen, tapi belum tentu bersaing dengan yang lama kalah. Jadinya, semakin kamu memasarkan ke pemasaran online yang memiliki jangkuan lebih luas, pasti lebih untung.

Bagaimana? Tertarik untuk mencoba kedua jenis ide bisnis baru di atas? Untuk kamu yang ingin tahu lagi ide kreatif dan tips menjalannya, maka bisa langsung lanjut ulas berikut ini!

Modernisasi Ide Bisnis Lama Tapi Lebih Menghasilkan Profit Besar

Ada tips buat kamu yang ingin menjalankan bisnis baru, apapun itu untuk yang baru akan memulai usaha, sebaiknya cek dulu tipsnya.

Tips sebagai seorang pengusaha muda itu penting, karena dasarnya memang anak muda itu masih labil dan egois. Bila tidak bisa menekan ego, maka itu bisa menjadi boomerang yang merugikan diri sendiri.

  • Lakukan riset lebih dulu untuk mematangkan tujuan dalam memilih mendirikan bisnis/usaha apa. Riset ini meliputi kondisi lapangan, target penjualan, produk yang ingin dipasarkan, dan potensinya.
  • Melihat peluang berdasarkan fakta, dan lebih menargetkan pada orang-orang yang aktif bermain gadget. Sekarang sudah berubah pasar kuliner menjadi pasaran online, DO, dan lain sebagainya. Jadi ubahlah sudut pandang kamu dalam menganalisa keadaan/situasi di suatu wilayah.
  • Jangan terpengaruh akan bisikan teman, yakini diri kamu sendiri untuk bisa membuat semuanya benar-benar terasa akan memberikan untung. Perencanaan yang matang, keyakinan, keuletan, semuanya harus ada pada diri kamu.

Dengan tips-tips ini, maka segala usaha dan upaya dalam memulai usaha kreatif kamu akan sukses. Kunci nya adalah niat dan giat. Maka usaha yang kreatif ini dapat membantu keuangan kamu tanpa perlu menggunakan cara yang ilegal seperti bermain judi pokerclub88. Karena ini dilarang oleh pemerintah.

Rekomendasi Konveksi Baju Murah Online Terbaik

Di Indonesia banyak sekali konveksi baju murah yang dapat dijadikan pilihan dalam memenuhi berbagai kebutuhan akan baju dengan harga yang terjangkau. Saat  ini baju telah mengalami banyak sekali perkembangan yang begitu pesat.

Hal ini bisa terlihat dari banyaknya model hingga desain pakaian yang kian beragam. Apalagi masyarakat saat ini pun lebih banyak memperhatikan model baju yang ingin dikenakan. Terlebih dengan adanya online shop yang  menyediakan baju tersebut hingga memudahkan masyarakat untuk mendapatkannya.

Rekomendasi Konveksi Baju Murah Online yang Wajib Diketahui

Memilih konveksi baju murah secara online memang memberikan banyak kelebihan yang akan didapat. Namun, dibalik kelebihan terdapat pula kekurangan ketika memilih konveksi secara online yaitu tidak bisa melihat secara langsung produknya.

Hanya diperlihatkan portofolionya saja. Umumnya dalam portofolio tersebut terdapat gambar produk yang dijual. Jadi tidak bisa memastikan kualitas produk tersebut. Bagi Anda yang sedang mencari konveksi baju murah online, berikut tips aman berbelanja yang wajib dilakukan;

  • Pesan Pada Konveksi Terpercaya

Banyaknya konveksi baju termurah online saat ini, sering kali kita menemukan beberapa konveksi yang tak sesuai harapan. Banyak pihak yang tidak bertanggungjawab yang justru memanfaatkan hal tersebut untuk meraih keuntungan yang besar.

Agar terhindar dari hal-hal tersebut, carilah konveksi baju online yang memiliki pabrik resmi dan paling terpercaya di sebuah kota.Dimana konveksi tersebut telah populer dan telah banyak digunakan jasanya oleh banyak orang.

Untuk mendapatkan informasi tersebut, bisa bertanya pada teman atau kerabat yang pernah menggunakan jasanya. Bisa juga dengan mencari informasi dari sumber yang terpercaya. Dari sumber tersebut dapat dipastikan nama konveksi, profil, alamat yang jelas serta adanya call center yang bisa dihubungi.

  • Lakukan Survey

Apabila telah menemukan konveksi baju online yang dipilih, maka tak ada salahnya apabila melakukan survey terlebih dahulu untuk memastikan bahwa jasa tersebut benar-benar terpercaya dan berkualitas. 

Hal tersebut akan mudah bila konveksi yang dipilih lokasinya dekat dengan rumah. Namun, apabila lokasi konveksi jauh, maka langkah mudah yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan Google Maps atau bisa secara langsung menghubungi call center yang tersedia.

Pastikan juga konveksi yang telah dipilih akan memberikan garansi  sehingga ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan bisa meminta ganti produk yang baru.

  • Lihat Testimoni dari Beberapa Pelanggannya

Cara ini sebenarnya cukup sederhana untuk menentukan apakah tempat belanja yang dituju aman atau tidak? ketika ragu untuk berbelanja di suatu tempat, cobalah periksa beberapa testimoni yang disertakan dalam halaman online shop. Apabila testimoninya paling banyak adalah positif, boleh saja tempat tersebut direkomendasikan.

Kelebihan Memesan Pada Konveksi Baju Murah Secara Online

Melakukan pemesanan pada konveksi baju online shop termurah memang memiliki beberapa kelebihan. Dengan adanya kelebihan tersebut, wajar apabila banyak masyarakat yang lebih tertarik memesan baju pada jasa konveksi.

 Terlebih lagi, jasa konveksi dapat memenuhi kebutuhan masyarakat misalnya seragam, kaos, jaket dan kemeja. Kini dengan adanya pemesanan secara online, konsumen akan lebih mudah untuk mendapatkan produk yang diinginkan tanpa harus datang langsung ke tempat konveksi.

Berikut adalah beberapa kelebihan dalam memilih konveksi baju murah secara online;

  • Dapat Membandingkan Harga

Yang harus diketahui, apabila memesan baju pada konveksi secara langsung, tentu akan merepotkan jika ingin membandingkan harga antara satu konveksi dengan konveksi lainnya. Hal tersebut akan berbeda apabila memesan baju di konveksi secara online.

Sebelum memutuskan untuk membeli, bisa terlebih dahulu membandingkan harga antara konveksi satu dengan konveksi lainya. Online akan lebih mudah, karena hanya perlu membuka beberapa jasa konveksi baju murah terbaik  secara onlinesekaligus.

  • Menghemat Waktu dan Tenaga

Kelebihan lain memesan di konveksi baju murah secara online, pastinya akan lebih menghemat waktu dan tenaga. Sebab, tidak perlu datang secara langsung ke tempat konveksi. Tentunya hal ini akan menguntungkan bagi yang memiliki kesibukan atau lokasi tempat tinggalnya yang jauh dari konveksi.

Tidak perlu bingung dan capek mencari alamat yang mengeluarkan banyak tenaga. Cukup gunakan smartphone  dan cari konveksi yang cocok, dengan mudah akan mendapatkan baju yang diinginkan.

  • Memiliki Varian Produk yang Lengkap

Memesan baju murah secara online, pastinya akan mendapatkan produk lebih dari satu dan tentunya lebih lengkap karena konveksi yang dipilih tidak hanya satu, bisa konveksi baju  harga murah yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan dunia.

  • Dapat Rekomendasi Tidak Hanya Satu Konveksi

Saat melakukan pencarian konveksi baju murah dan terbaik secara online, biasanya yang muncul tidak hanya satu, bisa jadi puluhan atau ratusan konveksi.

Munculnya banyak rekomendasi tersebut, akan memberikan peluang lebih banyak dalam memilih produk yang terbaik dan beragam. Jika tidak bisa mendapatkan di satu konveksi, bisa datang ke konveksi yang lain.

  • Kualitas Sama Bagusnya

Banyak yang ragu ketika memutuskan membeli baju di konveksi baju murah online. Kebanyakan khawatir kualitas yang didapat tidak akan bagus karena tidak melihat produknya secara langsung.

Namun, tidak perlu risau karena konveksi baju online rata-rata dapat dipercaya. Produk dengan detail yang ditampilkan sama dengan kualitas produk yang akan diterima.

Demikian ulasan tentang konveksi baju murah secara online yang kini banyak dijadikan pilihan karena lebih praktis dan simple. Pemesanannya yang mudah, tidak harus keluar rumah dan barang yang ditawarkan juga beragam.

Produknya mulai dari baju, seragam, kaos olahraga, kemeja dan lain sebagainya tergantung kebutuhan. Harganya pun bisa bersaing dengan konveksi lainnya. Jadi, tunggu apalagi, segera pesan baju di konveksi online favorit Kamu, ya!

Kenali Definisi, Fungsi, Karakteristik, dan Konsep Manajemen Pemasaran

Salah satu jenis manajemen adalah Manajemen Pemasaran. Apa itu manajemen pemasaran?  Berdasarkan jurnal manajemen, manajemen pemasaran diartikan sebagai area fungsional yang sangat penting dan menjadi bagian dari tanggung jawab manajer bisnis. Dimana bidang manajemen ini bertanggung jawab terhadap aliran jasa atau barang dari produsen kepada para konsumen. Selain itu, manajemen pemasaran juga memiliki tanggung jawab terhadap perencanaan, pengarahan, pengorganisasian, koordinasi, mengendalikan, serta memotivasi kegiatan pemasaran. Lalu, apa tujuan manajemen pemasaran?

Berbagai Tujuan Manajemen Pemasaran

1. Memberikan Kepuasan pada Pelanggan

Seorang manajer pemasaran harus mau mempelajari bagaimana permintaan pelanggan sebelum nantinya menawarkan jasa atau barang kepada para pelanggan. Nah, hal yang perlu dipelajari adalah  menjual jasa atau barang tidak sepenting dengan yang didapatkan para pelanggan.

Menciptakan banyak pelanggan baru belum cukup. Sebuah bisnis harus mampu mengembangkan serta mendistribusikan layanan dan produk untuk memenuhi ekspektasi pelanggan serta memberikan kepuasan kepada para pelanggan. Apabila pelanggan sampai merasa tidak puas, maka bisnis tidak mungkin bisa mendapatkan penghasilan yang cukup untuk memenuhi biaya produksi serta pengembalian modal.

Saat pelanggan merasa puas, maka mereka bukan hanya akan membeli produknya saja untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Para pelanggan pun akan ikut merekomendasikan kepada orang-orang terdekat. Hal inilah yang akan membuat produk semakin dikenal oleh lebih banyak orang.

2. Menciptakan Demand atau Permintaan

Tujuan lain dari jurnal manajemen pemasaran yaitu untuk menciptakan lebih banyak permintaan dengan melakukan berbagai macam cara. Orang-orang yang menjadi bagian manajemen pemasaran harus bisa membuat aneka macam cara untuk menilai preferensi serta selera para konsumen terhadap suatu barang atau jasa. Dengan begitu, maka perusahaan bisa memproduksi jasa atau produk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

3. Meningkatkan Keuntungan

Perlu diketahui bahwa departemen pemasaran merupakan satu-satunya bidang atau departemen yang berpengaruh besar terhadap penghasilan atau pendapatan sebuah bisnis. Jika ingin mendapatkan keuntungan yang banyak, maka hasil penjualan produk haruslah memuaskan. Sebaliknya, apabila perusahaan tidak bisa menghasilkan laba, tentunya maka tidak akan bisa untuk bertahan. Laba atau keuntungan juga dibutuhkan untuk pertumbuhan serta diversifikasi perusahaan.

4. Menciptakan Banyak Pelanggan Baru

Sebuah bisnis tentu didirikan untuk menjual layanan atau produk kepada para pelanggan. Maka dari itu, pelanggan merupakan dasar yang sangat penting bagi sebuah bisnis. Pelanggan inilah yang nantinya akan memberikan pendapatan pada bisnis perusahaan.

Selain itu, pelanggan juga yang akan menentukan jenis jasa atau produk yang dijual oleh perusahaan. Jika perusahaan ingin berkembang dan senantiasa bertahan dalam bisnisnya, maka menciptakan banyak pelanggan baru merupakan hal yang sangat krusial.

5. Menciptakan Citra Produk di Mata Publik

Tujuan manajemen pemasaran dalam sebuah perusahaan juga untuk membangun citra produk di mata publik atau pelanggan. Saat departemen pemasaran mampu menciptakan atau menyediakan produk yang berkualitas kepada para pelanggan dengan besaran harga yang terjangkau atau wajar, pastinya akan menciptakan citra yang baik di mata pelanggan.

Kenali Karakteristik Manajemen Pemasaran

1. Riset Pasar

Salah satu karakteristik jurnal manajemen pemasaran yang paling utama adalah rutin melakukan riset pasar. Pemahaman dan pengetahuan mengenai keinginan dan kebutuhan pelanggan itu memang sangat penting dan krusial. Maka dari itu, manajemen pemasaran memiliki program riset pasar yang sangat teratur serta sistematis agar mampu mengikuti perkembangan terbaru dari pasar. Bukan hanya itu, kreativitas dan inovasi juga sangat diperlukan guna mengembangkan jasa atau produk agar bisa sesuai ekspetasi pelanggan.

2. Orientasi Pelanggan

Tentu saja, semua kegiatan bisnis yang dilakukan harus diarahkan pada penciptaan kepuasan pelanggan. Menekankan kegiatan perusahaan pada keinginan dan kebutuhan konsumen menjadikan bisnis berada di jalur yang benar. Oleh karena itu, seluruh keputusan pemasaran yang dilakukan harus dibuat sesuai dengan dampaknya pada antusias pelanggan. Konsumen inilah yang menjadi sasaran inti dalam sebuah bisnis perusahaan.

3. Menciptakan Rencana Pemasaran

Tujuan perusahaan secara keseluruhan adalah untuk menghasilkan laba dengan cara memberikan kepuasan kepada pelanggan. Oleh karena itu, rencana pemasaran adalah bagian penting dari rencana bisnis secara menyeluruh. Dengan adanya strategi pemasaran yang solid, maka akan menjadi rencana pemasaran yang sangat baik. Saat merancang rencana pemasaran yang berisi berbagai daftar tindakan, namun tidak dilandasi dengan strategi yang sehat, itu sama saja tidak memberikan banyak kegunaan untuk bisnis.

4. Pemasaran yang Sistematis

Seluruh operasi atau kegiatan dalam sebuah organisasi perusahaan harus dikoordinasikan secara benar agar bisa mencapai tujuan yang sebelumnya sudah ditentukan. Departemen pemasaran bertugas untuk mengembangkan bauran pemasaran yang terbaik agar perusahaan bisa mencapai apa pun tujuan yang diinginkan. Oleh karena itu, manajemen pemasaran berperan dalam membuat sistem pemasaran yang sistematis.

5. Kepuasan Pelanggan

Bisnis berkaitan dengan kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan merupakan istilah yang tidak bisa dijauhkan dari departemen pemasaran. Kepuasan pelanggan inilah yang menjadi tolok ukur bagaimana sebuah layanan atau produk yang dibuat oleh perusahaan mampu memenuhi hingga melampaui harapan para pelanggan. Tujuannya tentu untuk memberikan keuntungan yang lebih maksimal dalam jangka panjang bagi perusahaan.

Mengenal Konsep Manajemen Pemasaran

1. Konsep Produksi

Konsep ini diterapkan oleh perusahaan yang mempercayai anggapan bahwa para konsumen ingin sebuah produk dengan harga terjangkau serta mudah untuk didapatkan. Sehingga, produk tersebut akan lebih mudah untuk dipasarkan dan mendapatkan banyak pelanggan baru.

Perusahaan dengan konsep pemasaran seperti ini akan melakukan produksi baran dalam jumlah yang besar sekaligus demi mengurangi biaya untuk produksi. Dengan begitu, maka perusahaan bisa menekan pengeluaran modal dengan cara produksi massal. Biasanya, konsep ini sukses diterapkan jika permintaan pasar terhadap produk lebih tinggi dibandingkan produk yang ditawarkan oleh perusahaan.

2. Konsep Produk

Konsep produk didasarkan atas asumsi bahwa setiap konsumen lebih suka produk yang berkualitas. Sementara ketersediaan dan harga produk tersebut tidak begitu berpengaruh terhadap keputusan mereka dalam melakukan pembelian. Perusahaan yang menerapkan konsep seperti ini umumnya akan memproduksi barang yang berkualitas. Selain itu, tentunya produk juga dibanderol dengan harga yang cukup tinggi.

3. Konsep Penjualan

Konsep penjualan cukup berbeda dengan dua jenis konsep manajemen pemasaran yang telah disebutkan sebelumnya. Jika keduanya lebih fokus pada produk, maka konsep penjualan lebih fokus pada bagaimana pemasaran produk itu sendiri. Konsep ini berasumsi bahwa apa pun produk, terlepas dari harga, kualitas, serta permintaan pasar, tetap akan bisa dipasarkan jika perusahaan menjual produk tersebut secara agresif.

4. Konsep Pemasaran

Bisnis atau perusahaan yang menggunakan konsep manajemen pemasaran ini akan menganggap konsumen menjadi pusat perhatian. Perusahaan lebih fokus terhadap kebutuhan konsumen serta senantiasa berusaha untuk memahami lebih jauh terkait apa keinginan pasar. Perusahaan biasanya akan mendapatkan nilai lebih tinggi dibandingkan para kompetitornya. Hal ini pula yang membuat konsumen lebih loyal terhadap satu brand dibandingkan dengan brand lain.

5. Konsep Pemasaran Sosial

Konsep ini bisa dibilang sebagai konsep manajemen pemasaran yang terbaru, jika dibandingkan dengan empat konsep yang sebelumnya. Konsep pemasaran melalui media sosial, bukan hanya fokus terhadap konsumen saja, tapi juga menekankan pada kepentingan konsumen serta masyarakat umum.

Oleh karena itu, perusahaan akan sangat mempertimbangkan etika saat praktik pemasaran kepada mereka semua.

Saat ini, media sosial dapat dikatakan menjadi salah area bisnis yang memiliki potensi besar. Anda dapat memulai membuat akun bisnis Instagram untuk mulai menjangkau pasar online.

Setiap usaha atau bisnis memang selalu mempunyai produk yang akan ditawarkan kepada konsumen atau pasar. Agar produk tersebut bisa laku dan terjual di pasaran, maka sangat dibutuhkan strategi yang tepat dalam manajemen pemasaran. Dengan menggunakan strategi yang tepat sesuai dengan jurnal manajemen pemasaran, maka bisnis bisa berjalan lancar dan mendapatkan laba sesuai apa yang diharapkan.

Cara Membangun Bisnis Mainan Online

Pada saat pandemi seperti ini banyak bisnis online yang mulai bermunculan. Bagaimana tidak? Kebanyakan orang pada saat ini sedang bosan dirumah dan kegiatan online shopping pun semakin marak. Setiap hari orang berbondong-bondong ke internet mencari kebutuhan sehari-hari. Salah satu contoh bisnis online yang banyak peminat namun tidak begitu banyak toko onlinenya adalah bisnis mainan online.

Bisnis mainan memiliki banyak peminat karena kebutuhannya yang selalu tinggi. Ini dikarenakan banyaknya anak-anak yang bermunculan setiap hari. Namun, sektor bisnis online ini tidak begitu marak. Nah, maka dari itu, jika kalian ingin membuka bisnis online, ini ada salah satu bisnis yang dapat kalian coba.

Nah, tapi bagaimana jika kalian tidak memiliki modal untuk membuka sebuah usaha? Kalian tidak perlu cemas. Dengan kecanggihan teknologi dan bisnis online sekarang, ada beberapa cara yang bisa kalian lakukan. Maka dari itu, langsung saja kita bahas cara-cara nya. Berikut adalah beberapa peluang bisnis mainan online.

Drop Shipping

Mungkin kalian pernah mendengar kata-kata ini sebelumnya. Secara simple, drop shipping adalah ketika toko yang menjual produk tersebut membeli produk dari toko lain yang akan menyalurkannya kepada pembeli. Sebagai contoh, jika seseorang ingin membeli sebuah mainan di toko anda, maka anda akan membelinya di toko lain. Kemudian, toko lain inilah yang akan mengirimnya ke pembeli anda. Simple kan?

Drop shipping sendiri memperbolehkan kita untuk menyajikan pilihan yang variatif. Mulai dari mainan untuk bayi hingga untuk anak sd, variasinya tak hingga. Kalian juga dapat membeli dan melihat produk dari berbagai toko dan tempat. Hal ini dapat menjadikan toko kalian lebih menarik bagi para pembeli. Ini karena mereka dapat memilih dan memilah lebih banyak barang daripada jika mereka ke toko lain.

Metode e-commerce ini juga memperbolehkan kita untuk menghemat pada biaya gudang. Karena tidak akan pernah langsung bertemu dengan barang, maka kita menghemat biaya penyimpanan. Ini juga lebih menguntungkan pada modal karena kita hanya membeli ketika ada uang. Misalkan ada pembeli yang memesan, maka pada saat itulah baru kita membeli. Maka dari itu, tidak uang dari kita yang keluar, tetapi uang langsung berjalan dari pembeli dan kita mendapatkan keuntungan langsung. Mantap bukan? Makanya itu, sistem ini sangat menguntungkan.

Tapi sistem ini, ada kekurangannya juga jika kalian tidak teliti. Karena kalian tidak pernah melihat barangnya langsung maka kalian tidak akan mengetahui kualitasnya. Bisa saja pembeli kalian mendapat barang tersebut. Kemudian kalian bisa terkena imbasnya dan dikecam karena barang tersebut. Jadi saran kami adalah pastikan dahulu kualitas dari tempat yang ingin kalian beli lalu pasarkan barangnya.

Affliate Marketing

Cara yang ini mungkin lebih asing terdengar di telinga. Cara ini memiliki beberapa kemiripan dengan drop shipping namun banyak perbedaan mencolok.

Cara kerjanya lumayan simple. Kalian bekerja sama dengan sebuah toko atau ‘affliate’ dan mempromosikan barang mereka. Jika pembeli meng-klik link tersebut maka kalian akan mendapat komisi dan itu bisa menjadi penghasilan kalian. Nah, sebagai contoh adalah toko bisnis mainan. Pertama-tama kalian lakukan riset untuk mencari tahu toko mana yang bisa dijadikan affliate. Jika sudah bersepakat maka kalian sudah bisa mulai mempromosikan link tersebut.

Link yang diberi bisa kalian promosikan di website, blog, ataupun sosial media lain yang kalian miliki. Dalam contoh bahwa ini bisnis mainan online, maka usahakan forum atau sosmed isinya berhubungan. Entah itu akun yang banyak membicarakan tentang tumbuh kembang anak. Ataupun website yang khusus membicarakan tentang berbagai perkakas yang dibutuhkan untuk si kecil.

Usahakan orang-orang yang melihat memang adalah target konsumen dari penjual produk. Nah, salah satu hal yang penting adalah dalam manajemen akun atau website ini sendiri. Usahakan bahwa isi dari website itu tidak hanya iklan belaka. Jika isinya hanya iklan maka anda akan tampak hanya menggali uang saja. Tetapi, jika konten bervariatif dan informatif maka akan tampak lebih meyakinkan untuk para pembeli memercayai anda. Selain itu, ketika me-review usahakan sejujur mungkin dan tampak tidak direkayasa. Promosikan mainan seperti sesuatu yang pernah kalian sendiri pakai dan sukai.

Sama halnya seperti drop shipping, kalian juga harus teliti dalam toko yang akan dia affliate. Jangan sampai barang yang sampai ke pembeli tidak sesuai ekspektasi yang anda buat. Untuk memastikan ini, kalian dapat memiliki salah satu barangnya terlebih dahulu untuk mengetahui kualitasnya atauapun melakukan riset tentang testi yang ada pada mereka. Intinya, bijaklah dalam memilih toko.

Endorse/ Paid Promote

Walaupun tampak lebih seperti strategi marketing, endorse juga bisa dikatakan bisnis. Endorse untuk mainan sendiri cocok untuk kalian yang sudah memiliki anak. Dalam ini kalian juga dituntut untuk memiliki jumlah pengikut yang lumayan besar dan aktif agar barang yang di endorse dapat laku. Sistemnya, simple. Kalian bisa memasarkan bahwa kalian open endorse atau open paid promote. B

iasanya sih, toko-toko itu akan mulai berdatangan dengan sendirinya menghampiri. Ketika mereka sudah meng-contact kalian, disitulah kalian dapat mulai berdiskusi tentang sistem, harga serta jumlah post, dll. Ketika melakukan hal ini kalian perlu mempertimbangkan jumlah pengikut pada saat itu dan juga engagement rate yang kalian miliki. Harga yang menjadi negosiasi haruslah masuk akal agar para penjual mau meng-endrose atau paid promote ke akun kalian.

Dalam menerima endorse-an pun kalian harus hati-hati. Jangan asal terima sesuatu yang kalian sebenarnya tidak begitu suka. Hal ini akan tampak ketika kalian membuat postingan tentang produk. Ketika kalian tidak menyukai produk, review akan tampak tidak tulus dan membuat minat pengikut menurun. Maka dari itu, terimalah endorse atau paid promote barang-barang yang membuat kalian tertarik. Secara logika, jika kalian saja tertarik, apalagi pengikut kalian.

Hal-hal seperti ini juga bisa jadi sesuatu yang bisa berjalan dalam waktu berkala. Misal kalian ditawarkan menjadi brand ambassador ataupun kontrak endorse selama suatu jangka waktu. Hal ini juga sangat bagus dan akan menjajikan. Namun, tetaplah bijak dalam memilih toko karena kalian harus semakin kreatif dengan post kalian dalam hal ini.

Nah, itu adalah beberapa cara untuk membuat bisnis mainan online tanpa modal dari kami. Bagaimana teman-teman? Sudah siap memiliki bisnis? Dengan kondisi yang mendukung serta cara-cara yang ada seperti ini, mengapa tidak. Penghasilan yang didapatkan juga lumayan dan dapat membantu keseharian kalian.

Manajemen bisnis sendiri tidak terlalu ribet dan sebenarnya sangat simple. Dengan fasilitas lengkap saat ini, yaitu alat komuikasi dan internet, hal ini semakin mudah. Tidak perlu modal berjuta-juta untuk memulai bisnis. Hanya membutuhkan sebuah niat dan tekad. Yuk, mulai bisnis mainan online!

Jasa Import

Kegiatan import barang sudah banyak dilakukan oleh para pebisnis di Indonesia. Pasalnya, barang import dianggap lebih murah dan mutunya bagus. Import barang dari luar negeri juga beranekaragam seperti import door to door, port to port, dan undername. Tetapi tidak semua orang mampu melakukannya karena prosedur cukup ketat dan memakan waktu. Oleh sebab itu, sebagian besar orang menggunakan jasa import atau freight forwading.

Freight Forwarding merupakan badan usaha yang bergerak pada bidang jasa pengangkutan barang secara menyeluruh. Maksudnya, freight forwarding meliputi keseluruhan fungsi, mulai dari EMKL, Pelayaran, jasa pengurusan kepabeanan, hingga pengiriman impor door to door. Berikut ini ulasan lengkap mengenai jasa import yang wajib Anda ketahui.

Alasan Menggunakan Jasa Impor Barang

Seseorang yang hendak mengimpor barang secara mandiri harus siap dengan segala konsekuensinya. Misalnya, mengurus izin perusahaan import dan izin lain, resiko barang ketika dikirim, dokumen angkutan, asuransi pengiriman barang, dan lainnya.

Agar kegiatan import barang lebih praktis, maka banyak yang memilih menggunakan jasa import. Adapun beberapa faktor pendukung para importir lebih memilih jasa import barang, antara lain.

  1. Jasa import dapat menerbitkan atau menggunakan FIATA B/L.
  2. Umumnya jasa ini menyediakan tenaga ahli untuk pengangkutan berbagai jenis barang.
  3. Memiliki jaringan kerja sama Internasional dan Mitra kerja tangguh.
  4. Sarana dan prasarana ketika melangsungkan operasional import sangat memadai.
  5. Telah berkecimpung di dunia importir selama bertahun-tahun. Sehingga, pengalamannya luas dan dapat memberikan saran yang baik bagi importir lainnya.
  6. Menawarkan tarif angkutan dengan harga kompetitif atau relatif murah. Namun, tidak mengurangi kualitas dan tanggung jawabnya sebagai jasa mengimpor barang.
  7. Mampu menunjukkan jalan keluar agar menurunkan biaya produksi suatu barang yang target pasarnya luas atau internasional.

Macam-macam Jasa Import

Jasa mengimpor barang ternyata tidak hanya satu macam saja. Ada berbagai cara melakukan impor barang, seperti berikut ini:

1. Jasa Import Door to Door

Dilihat dari tata bahasa, makna door to door artinya dari pintu ke pintu. Sama halnya ketika melakukan pengiriman barang impor, penyedia jasa tidak hanya mengirim produk importir ke pelabuhan. Melainkan, mengantarkan langsung hingga ke gudang penyimpanan atau alamat importir.

Banyak yang menilai import door to door menjadi solusi untuk memesan barang yang dikenai larangan pembatasan (lartas).

Salah satu kelebihan dari import door to door adalah biaya pajak pelabuhan ketika barang sampai ke negara tujuan ditanggung oleh penjual. Termasuk juga jasa pengiriman lewat jalur darat hingga ke alat tujuan dan biaya lain juga ditanggung penjualnya.

Biasanya penyedia layanan import door to door memiliki jaringan bisnis dengan beberapa negara. Dari segi waktu, import door to door dinilai lebih cepat karena Anda tidak perlu melalui proses kepabeanan negara.

2. Jasa Import Port to Port

Ada juga jasa import port to port yang model importirnya mengirimkan barang dari pelabuhan ke pelabuhan dimana alamat pembeli berada. Penjual barang atau eksportir hanya bertanggung jawab mengirim barang ke pelabuhan. Untuk selanjutnya, barang dioper ke pelabuhan tidak menjadi tanggung jawab penjual lagi.

Biasanya setelah barang tiba di pelabuhan, penjual atau perusahaan pengirim dapat mengirimkan tagihan atau invoice kepada pihak importir. Import port to port juga dapat disamakan dengan istilah pengiriman barang antar bandara.

3. Import Barang Undername

Terakhir adalah import barang undername, dimana aktivitas membeli barang dari luar negeri dilakukan atas nama perusahaan lain. Dimana perusahaan tersebut telah terdaftar pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan memegang izin resmi untuk mengimpor barang.

Dalam kegiatan import barang undername, fungsi perusahaan meminjamkan namanya saja. Sedangkan, pembeli atau pengirim sebenarnya adalah perusahaan lain. Hal yang harus dilakukan ketika import barang undername yakni menyepakati barang yang dibeli, pelabuhan, kedudukan perusahaan undername, dan lainnya.

Tidak lupa pula peminjaman nama perusahaan untuk kegiatan importir biasanya dituangkan dalam perjanjian. Umumnya kegiatan import undername dilakukan oleh perusahaan yang belum memiliki izin atau izin import dan izin lainnya tengah dalam prose pengurusan.

Tips Untuk Memilih Jasa Import Door to Door

Import barang door to door melalui penyedia layanan jasa import banyak dilakukan masyarakat Indonesia. Namun, tidak semua penyedia jasa ini melakukan import dengan aman, terpercaya, bertanggung jawab, dan profesional. Di bawah ini ada 2 hal penting ketika mencari jasa import.

1. Pilihlah Jasa Berpengalaman

Pertama, carilah jasa penyedia impor barang yang berpengalaman. Disini Anda jangan tergiur karena iming-iming harga impor murah. Sebab, banyak jasa yang hanya mementingkan pendapatannya tanpa dibarengi dengan kualitas pelayanan alias tidak kompeten.

Maka dari itu Anda dapat mencari tahu pengalaman mereka melalui Google maupun menanyakan kepada pelanggan terdahulu.  Jasa freight forwarding berpengalaman yang layak dipilih apabila sudah beroperasi lebih dari 2 tahun.

Biasanya jasa tersebut telah memiliki standar pelayanan pelanggan dan barang yang diimpor. Sehingga barang yang Anda pesan lebih aman dan minim resiko kerusakan.

2. Legalitas dan Surat Izin Impor Lengkap

Kedua, memilih perusahaan penyedia jasa import yang memiliki surat izin import dan dokumen lengkap. Artinya Anda menggunakan jasa yang legal. Selain itu, penyedia jasa ini biasanya lebih profesional dan operasionalnya menaati peraturan dan standar pemerintah.

Digital platforms: making the world a more complicated place

Robert Demir, Lancaster University; Christian Sandström, Chalmers University of Technology, and Christofer Laurell, Stockholm School of Economics

Digital platforms, the websites and apps which compete for our precious screen time, have successfully invaded the traditional territory of many sectors of the “old economy”. They have become the preferred – expected, even – domains for many kinds of human behaviour, from banking and property buying, to dating and entertainment.

In doing so, Airbnb, Amazon, Uber and (many) others have swiftly managed to shift economic behaviour from the world of physical bricks and mortar to a digital world powered by algorithms.

These companies are often praised for apparently providing consumers with ever more choice. But in fact, the fundamental idea behind the algorithms which power these platforms is to reduce the variation of options available.

This is because digital platforms are meticulously designed to appeal to individual users at both ends – sellers or providers, and consumers or users. In theory, this reduces the complexity of decision-making, and increases the speed of digital interaction.

Yet in many regards, digital technology has simply made things more complicated. And there are three main ways in which they have managed to do this.

First, while the boundaries between physical and digital space have become blurred, so too has the distinction between producer and consumer.

This is because social media platforms have given consumers a new and stronger voice. Likes, shares, dislikes, comments and reviews all provide information that was not available in a pre-digital age.

This voice informs both well-known brands and start-up entrepreneurs about how their products are being perceived. Consumers become part of the marketing operation in a way that was not possible before, complicating the way we value products and services.

Second, the ways in which business initiatives attract funding has also altered considerably. Specifically, crowdfunding has become a popular way of raising finance for new ideas or projects, attracting donations through collaborative contributions. And recent analysis suggests that crowdfunding is fuelling a wide array of ideas that go well beyond what would be possible in the context of traditional funding (from banks or wealthy investors).

As new business ventures gain funding and momentum more easily through the digital landscape, they increase the overall complexity of the marketplace. The speed (and scope and scale) at which markets are redefined is accelerated by entrepreneurs who create new offerings.

Third, the digital media landscape has given rise to a plethora of platforms enabled by information and communications technology for the exchange of goods and services. Specifically, the “sharing”, “access” and “community-based” economies represent new ways in which exchanges of goods and services take place on platforms such as Airbnb, Uber and Couchsurfing.

The sharing economy, however, has recently been shown to be expanding into various new sectors including fashion and sports, adding complexity by going beyond the previously dominant sectors of transportation and accommodation.

Simple? Shutterstock/BEST-BACKGROUNDS

In light of all these rapid developments, which change the conventional view of what a market-based economy is, there are several serious challenges facing society.

A simply complex situation

These concern how we all – consumers, producers, investors – manage communication, privacy and cyber security. Given the nature of the algorithmic world, voices are increasingly raised about the risks of artificial intelligence (AI) for humankind.

But before we even reach this level, the risks are great for the idea of human liberal thought, when the ways in which we are being persuaded are unclear to so many of us.

Consumers, firms and policymakers are already feeding AI-enabled online robots with ever more information aimed at improving automated digital solutions for everyday decisions, issues and concerns.

Can we balance the value generated from such digital platforms with the potential risks? Probably. But concerted action from governments and businesses is needed to enhance transparency about the risks of algorithmic solutions and decisions. That’s the only way we can all be expected to understand this brave new digital world.

Robert Demir, Lecturer in Strategic Management, Lancaster University; Christian Sandström, Associate Professor of Technology Management and Economics, Chalmers University of Technology, and Christofer Laurell, Docent, Stockholm School of Economics

This article is republished from The Conversation under a Creative Commons license. Read the original article.

Africa should focus on industrialisation. Free trade will follow

Michael E Odijie, University of Cambridge

The African Continental Free Trade Area is a continental agreement which came into force in May 2019. It covers trade in goods and services, investment, intellectual property rights and competition policy. Of the 55 African Union member states, only Eritrea has yet to sign it.

The immediate objective of the free trade area is principally to boost trade within Africa by eliminating up to 90% of the tariffs on goods and reducing non-tariff barriers to trade.

In 2017, the exports and imports between African countries represented only 16.6% of Africa’s total exports. This figure is low compared with exports within other regions: 68.1% in Europe, 59.4% in Asia, and 55.0% in America.

Proponents of the free trade area say that increasing intra-Africa trade will provide larger markets for African producers and encourage manufacturing. It will also help achieve a better connection between production and consumption. The United Nations Conference on Trade and Development argues that the phase of transition to the free trade area alone could boost intra-African trade by 33% and increase manufacturing in Africa.

This line of argument is that free trade leads to industrialisation and structural change. But in my view it works the other way round: industrialisation leads to free trade.

Industrialisation should come first

Low intra-Africa trade is indeed an indication that African countries do not consume what they produce. But this is a problem of production (product focus), not trade. The export products of most African countries, which follow the colonial pattern, influence the trade strategies, trade agreements and trade- related infrastructure.

For example, it is cheaper for Côte d’Ivoire to export products to the Netherlands than to some other African countries. This is simply because Côte d’Ivoire’s main export product is cocoa beans and the Netherlands (as well as France and other European countries) is the main destination for the product. Côte d’Ivoire has developed its trade strategy and infrastructure accordingly. If Côte d’Ivoire alters its production focus, its target market will be altered and it will build a trade strategy accordingly.

African countries have to change their production focus to change their trade focus. For example, Nigeria recently started to export cement products. In my research I showed how this led the government of Nigeria to invest in alternative freight schemes, upgrade terminals and create a cross-border trade facilitation committee to aid the cement industry’s export strategy. It also set up a senior trade committee to resolve the non-tariff barriers imposed by Nigeria’s neighbours and countries of interest to the cement sector.

Trade-related infrastructure is specific to the products that countries have to sell. It’s similar to traders renting their shops according to the products they sell. Developing free trade that is not product-based would be like a prospective trader renting a shop in the hope of developing a certain product in the future. The problem with such an approach is that the features of the shop confine the trader to certain lines of business.

Likewise, negotiating and signing a free trade agreement could confine a country’s efforts to industrialise.

This is important because manufacturing plays a key role in the processes of economic transformation required for high quality growth, job creation and improving incomes. Yet the share of manufacturing in GDP has been falling in sub-Saharan Africa over the past three decades.

The problem of coordination

In my research I showed how the African free trade area could impede industrial policy through a lack of coordination between the policies of different countries.

This is how industrialisation works: a government decides to promote a particular sector (as Nigeria did in 2002 for cement) and grant players in the sector several incentives. These could be a domestic market (through protection), subsidies and tax breaks to reduce the risk of investment. Industrial policy does not always succeed. But when it does, the sector will eventually be able to start exporting. At this point, the government will help the sector with trade strategies – finding and accessing a market – and create an appropriate trade infrastructure.

The free trade area could deprive states of the policy space to select and protect specific sectors. It could create numerous coordination problems when states use their ‘sensitive products’ to pursue industrialisation.

For example, industrial policies could be duplicated by countries in the free trade area. This would undermine the advantage of having a large market. There could be contradictory policies, such as one country attempting to reduce intensive agriculture while another seeks to increase it. One country might make decisions that create problems for the industrial policies of other countries. These contradictions have occurred at the regional level, but they are easier to solve when fewer countries are involved.

Industrialisation would flourish under the African free trade area if industrial policies were to be implemented at the continental level, as opposed to the state level, with no state sensitive products. But even the European Union has not attained such a high level of integration. And there are political interests that suggest it would be impossible in Africa.

There are other obvious problems with the agreement.

One is implementation. Even regional integration in Africa faces hurdles, though it involves fewer countries and less commitment. Expecting more than 50 African countries to implement free trade efficiently is idealistic. Nigeria recently closed its borders, violating both the spirit of the Africa Union agreement and the letter of its commitment to the Economic Community of West African States. Sudan, Rwanda, Kenya and Eritrea did the same earlier this year.

It is more reasonable to concentrate on building regions and industrialising before attempting the African free trade area.

Michael E Odijie, Post Doctoral Researcher, University of Cambridge

This article is republished from The Conversation under a Creative Commons license. Read the original article.