Arti Mimpi yang Berulang dan Mimpi Buruk

Banyak orang memiliki mimpi yang sama atau serupa berkali-kali, baik dalam waktu singkat atau seumur hidup. Mimpi yang berulang biasanya berarti ada sesuatu dalam hidup Anda yang belum Anda akui atau selesaikan, yang menyebabkan semacam stres pada diri Anda. Mimpi itu terjadi berulang kali karena Anda belum menyelesaikan masalahnya. Teori lain adalah bahwa orang yang mengalami mimpi yang berulang memiliki semacam trauma di masa lalu yang mereka coba hadapi. Dalam hal ini, mimpi cenderung berkurang seiring waktu.

Mimpi buruk adalah mimpi yang sangat menyusahkan sehingga biasanya membangunkan kita. Mimpi buruk dapat terjadi pada usia berapa pun tetapi terlihat pada anak-anak dengan frekuensi terbanyak. Mimpi buruk biasanya menyebabkan perasaan takut, sedih, atau cemas yang kuat. Penyebabnya beragam. Beberapa obat menyebabkan mimpi buruk (atau menyebabkannya jika Anda menghentikan obat secara tiba-tiba). Peristiwa traumatis juga menyebabkan mimpi buruk.

Perawatan untuk mimpi buruk yang berulang biasanya dimulai dengan menafsirkan apa yang terjadi dalam mimpi dan membandingkannya dengan apa yang terjadi dalam kehidupan seseorang. Kemudian, orang tersebut menjalani konseling untuk mengatasi masalah yang mungkin menyebabkan mimpi buruk. Beberapa pusat tidur menawarkan terapi dan konseling mimpi buruk. Metode lain untuk mengobati mimpi buruk adalah melalui mimpi jernih. Melalui bermimpi jernih atau lucid dream, pemimpi dapat menghadapi penyerangnya dan, dalam beberapa kasus, mengakhiri mimpi buruk.

Night Terror (Gangguan Tidur)

Tidak seperti mimpi buruk yang terjadi selama tidur REM (Gerak mata cepat), teror malam terjadi selama tidur non- REM, biasanya pada siklus pertama dari fase tidur terdalam (dalam satu atau dua jam pertama tidur). Teror malam hari dapat berlangsung dari lima hingga 20 menit. Orang-orang yang mengalami teror malam masih tidur tetapi mungkin terlihat seperti mereka bangun. Misalnya, mereka dapat duduk di tempat tidur sambil berteriak dengan mata terbuka lebar. Ketika mereka benar-benar bangun, mereka biasanya tidak memiliki ingatan akan hal itu (meskipun beberapa orang mengingatnya). Teror malam paling sering terjadi pada anak-anak, tetapi orang dewasa juga bisa mengalaminya.

Sumber Edmodo.id